Track Record (14 - 22 Januari 2010):
Average 121,32% (29 Pekan) + 2.28% (total +36.6% dari 16 Saham Pilihan Pekan ini: 25 - 29 Jan 10) = Total 123.60% (Profit: 29 Pekan / Loss: 1 Pekan; Profit dalam 12 Pekan terakhir; sebelumnya 12 pekan lalu 18 pekan berturut-turut Positive Return) = Average 4.12%/Week. Outperform IHSG ditutup di 2.610,796 (-0,818 poin = -0.03%) & dalam 30 pekan = +28,666% (IHSG Range 860 poin: 1,750-2,610); Average 0.95%/week.
PGAS +2.7%/BBTN +8.0%/BMTR +4.1%/BUMI +1.0%/BISI -0.6%/CTRA 0%/DOID +4.6%/UNTR +3.0% /DILD -1.1%/BKSL -3.2%/ MPPA 6.0%/KLBF +8.4%/ASII +7.4%/MAPI +4.2%/ELTY 8.1%/BHIT -10%.
*** Hold until 03 Feb 2010: BUMI/BSDE/BMRI/ADRO/SDRA/DEWA/BTEL ***
Track Record (14 - 22 Januari 2010):
BNBR -6,4%/TLKM -0,53%/BSDE +4,76%/ELTY +2%/UNTR -0,57%/INKP 0%/HMSP +13,8%/CTRP -3,44%/SMCB +4,24%/DOID +12,5%/BUMI -3,60%/SMRA +6,25%/ASRI -2,54%/SDRA -5,7%/TRUB -9,7%/INDY 2,91%/MAPI +4,76%/RALS +8,0%/ASGR +7,5%/BCIP -9.5%.2
Track Record (05 - 12 Januari 2010)
BUMI +17,2%/BBCA +1,9%/BMRI -1,5%/BBRI 0%/SGRO 7,0%/ ASII -0,14%/AALI 5,0%/INKP +19,8%/JSMR +1,6%/INDF +3,33%/HMSP 13,3%/HEXA +19,2%/TLKM -1,04%/CSAP -9.5%/TINS +6,8%/ANTM +2,15%/INCO +1,9%/UNTR +12,5%/PTBA 1,1%/ADRO +12,5%/DOID -2,3%/CTRA +24,5%/BSDE -1,1%/TBLA 5,33%
Track Record ( 28 Des - 30 Des 09) = +3,40%
BUMI +8,6%/PTBA +2,36%/ DOID +13,5%/ASII +1,7%/BRPT +3,8%/SGRO +2,8%
/HEXA +5,0%/ADRO 0% /ITMG +0,6%/BBRI 0%/BMRI +2.3%/INCO +2.0%/ TINS
+5,8%/ ANTM +1,1%/TLKM 0%/ELTY -1,0%/DEWA +9.3%
Track Record (16 Des - 23 Des 09)
BMRI +1.1%/ASII +0.58%/UNVR +0.44%/MNCN -4.6%/BSDE 0%/ANTM -1.1%/INDF +3.78%/GGRM +1.5%/UNTR +0.9%/HEXA -2.4%/PGAS -1.3%/SMGR +4.7%/INTP +3.9%/SMCB -1.3%/LSIP -4.1%/INKP +1.1%/BBTN +3.7%/BUMI 0%/TLKM -2.2%/ADRO -1.7%/ASRI -4.5%/SGRO 0%/BKDP +8.1%/INDY +3.7%/INCO +1.5%/DOID 1.3%/GDST -9.9%.
Track Record (09 Des - 14 Des 09)
BUMI 2.450 +3.9%/BMRI +2.7%/BBRI +1.9%/ASII +2.8%/UNVR +1.35%/TLKM +4.8%/BSDE +10%/JSMR +1.06%/ANTM +2.2%/INDF 0%/GGRM +15.5%/UNTR +10.9%/HEXA +6.8%/INCO 0%/BKSL 0%/PGAS +4.5% /SMGR 3.44%/INTP 4.09%
Track Record (25 Nov - 03 Des 09)
BUMI 2.575 (0%)/PTBA 15.750 (+17.7%)/ADRO 1.710 (+3.5%)/BMRI 4.600 (+1.08%)/ BBRI 7.600 (+5.9%)/ BKSL 101 (-4.9%)/RAJA 215 (-2.3%)/CTRA 550 (-1.8%)/BSDE 820 (+3.65%)/BTEL 155 (+1.29%)/INDF 3.175 (0%)/ BNBR 100 (+1.0%)/ KLBF 1.270 (+0.78%)/BRPT 1.330 (+2.2%)/ELTY 23 0 (+4.3%).
Track Record (19 - 23 November 2009)
BUMI +11.7%/DEWA +3.7%/PGAS +1.9%/DOID -0.6%/ASII +0.9%/MEDC 3.7%/ANTM 4.2%/SMGR 0%/HEXA -0.84%/TRUB +4.8%/BKSL +10.1%/PTBA 6.7%/ENRG +5.2%/BMRI +1.06%/TLKM 1.1%
Track Record Periode 09 Nov - 17 Nov: (24 Posisi)
PTBA 5.4%/DOID 10.0%/BBRI 3.3%/BBCA 0.5%/BMRI 0%/ MEDC 2.8%/PGAS 3.4%/JSMR 2.7%/SMRA 0%/CTRS -5.8%/SGRO 3.0%/ INDF 3.2%/KLBF 2.2%/GGRM 1.7%/SMCB 4.9%/SMGR 0%/ANTM 11.2%/MYOR 14.2%/UNVR 7.8%/ITMG 17.9%/BUMI 12.6%/ENRG 1.7%/ TRUB 9.7%/ASII 3.9%/FREN 3.7%
Track Record Periode 26 Okt - 06 Nov: (29 Posisi):
BBRI +2.7/BMRI 0%/PTBA -0.67%/ADRO 0%/PGAS +0.68%/SDRA 0%/AKRA +6.8%/BSDE +12.6%/SMGR 11.1%/SMRA +13.0%/BUMI +11.36%/ENRG +30%/HEXA 4.4%/MEDC 4.8%/BBCA +2.7%/INCO 0%/PGAS +2.7%/SMCB -1.2%/ASII -1.2%/INDF +2.4%/GGRM +12.2%/TRUB 0%/ANTM 3.2%/INKP -9.5%/BUMI -2.04%/SMCB 2.5%/ENRG 9.2%/ASII -0.6%/INDF 5.08%. Total Profit +122.21% untuk 29 posisi.
Track Record Periode 19 - 23 Okt:
BUMI (3.000) -9.16%, JSMR (1.860) -1.07%, INCO (4.225) +1.18%, PGAS (3.750) 0%, PTBA (14.650) +2.39%, ANTM (2.625) -0.95%, SMGR 6.950 -2.1%, UNTR (16.500) -3.03%, SMCB (1.640) -1.8%, KLBF (1.340) -2.2%/HEXA 3.075 -0.8%, SGRO (2.400) 2.08%,BMRI (4.775) -1.04%, BBRI (7.850) -3.18%, AALI (22.200) -0.45%, TLKM (8.650) +0.57%, UNVR (10.850) -3.38%, ADRO (1.510) +7.94%, BBCA (4.775) 0%, ITMG (24.450) 0% (+Dividen Rp 648).
Track Record Periode 12 - 16 Okt:
BUMI (2900) +4.3%, INDF (3100) +3.2%, JSMR (1800) +3.9%, ASII (33500)-0.6%, ANTM (2600) +1.9%, TLKM (8650) +0.6%, UNVR (11000) 0%, UNTR (15500) +7.7%, SMCB (1550) +7.1%, KLBF (1320) +2.3%, BMRI (4875) +1.03%, BBRI (8050) -0.62%, SMGR (6700) +5.2%, BSDE (640) +12.5%, PGAS (3575) +4.9%, MEDC (3175) 0%, INCO (4150) +2.4%, TINS (2200) +1.1%, SDRA (320) 1.5%.
Track Record Periode 17 Juni - 09 Okt 2009 lainnya bisa dilihat di blog (globalmarketstrategist.blogspot.com).
Disclaimer On.
Blog milik Andri Zakarias Siregar, Analis, Trader, Investor & Trainer (Fundamental/Technical/Flowtist/Bandarmologi: Saham/FX/Commodity), berpengalaman 14 tahun. Narasumber: Berita 1 First Media, Channel 95 MNC(Indovision), MetroTV, ANTV, Bloomberg BusinessWeek, Investor Today, Tempo, Trust, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Seputar Indonesia, Kontan, Harian Jakarta, PasFM, Inilah.com, AATI-IFTA *** Semoga analisa CTA & informasi bermanfaat. Happy Zhuan & Success Trading. Good Luck.
Friday, January 29, 2010
Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 29-01
Harga saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) dikabarkan bakal diangkat menuju Rp350-Rp400 dalam jangka pendek. Perseroan disebut-sebut bakal ekspansi ke bisnis pembangkit listrik dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan investor asing.
Investor asal India dikabarkan tengah mengincar mayoritas saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), seiring ekspansi global perusahaan asing itu ke wilayah Asia Tenggara. Terkait itu, harga PYFA akan dikerek oleh pihak-pihak tertentu ke kisaran Rp150-200 dalam jangka pendek. Tahun ini, kinerja perseroan diproyeksikan meningkat, seiring penguatan rupiah
Pelemahan bursa-bursa utama dunia langsung berimbas ke bursa Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dibuka langsung melemah. Pada perdagangan Jumat (29/1/2010), IHSG dibuka langsung melemah 18,526 poin (0,71%) ke leval 2.601,039. Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.355 per dolar AS.Pelaku pasar memilih untuk melepas saham-saham sejenak merespons pelemahan bursa-bursa regional mengikuti bursa Wall Street.Pada perdagangan Kamis (28/1/2010), indeks Dow Jones merosot 115,70 poin (1,13%) ke level 10.120,46. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 12,97 poin (1,18%) ke level 1.084,53 dan Nasdaq melemah 42,41 poin (1,91%) ke level 2.179,00.
Pemerintah merencanakan tetap akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebagai upaya mengurangi subsidi pada 2010.Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono saat paparan program 100 hari sektor ESDM di Jakarta, Kamis mengatakan, waktu kenaikan masih menunggu saat yang tepat.
BW Plantation Bakal Berkilau?
Pamor PT BW Plantation Tbk tahun ini bakal lebih berkilau. Dengan sejumlah keunggulan yang dimilikinya, produsen minyak sawit mentah (CPO) yang satu ini diperkirakan mampu mencetak keuntungan besar. Tak mengherankan jika sejumlah analis merekomendasikan buy saham emiten bersandi BWPT itu.
Bakrie & Brothers Jaminkan Anak Usaha
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bakal menjaminkan saham anak usaha terkait emisi obligasi tukar (exchangeable bond/XB) senilai US$ 200 juta. Surat utang tersebut akan diterbitkan pada kuartal I-2010.
INVESTOR ASING MINATI 80% SAHAM, IPO Saham Benakat Oversubscribed 5 Kali
PT Benakat Petroleum Energy Tbk mencetak kelebihan permintaan (oversubscribed) saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 5,13 kali menjadi Rp 8,20 triliun. Perseroan kemungkinan tetapkan harga perdana Rp 140 per saham.
Jangka Panjang, Saham Semen Prospektif
Saham sektor semen dalam jangka panjang cukup prospektif. Hal ini didorong mulainya pembangunan infrastruktur untuk tahun 2010 yang akan meningkatkan permintaan semen.
Realisasi IPO Alfamart Rp121 M
PT Sumber Alfaria telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum sekitar Rp121,788 miliar dari total dana penawaran umum sekitar Rp131,569 miliar.
Economic: Cadangan Devisa Bisa Lampaui US$100 M
Pemerintah menargetkan cadangan devisa Indonesia dalam 5 tahun ke depan bisa menembus level US$101 M seiring dengan prospek perekonomian yang lebih stabil terakselerasi pascakrisis. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengungkapkan pencapaian cadangan devisa itu telah menjadi target resmi pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) mencatat rugi bersih sebesar Rp 641,045 miliar lantaran tergerus beban utang sebesar Rp 1,193 triliun hingga triwulan III-2009.
Jakarta setiabudi Raih Pinjaman Bank ICBC
Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mendapat pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia sebesar US$5 juta.
ISAT : Indosat Akan Restrukturisasi Hutang Rp 4.5 T
Indosat berencana merestrukturisasi hutang yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 4.5 triliun. Saat ini perseroan telah memiliki 33.1 juta pelanggan.
INDY: Indika Energy Seleksi 5 KP
PT Indika Energy Tbk menyeleksi sekitar tiga hingga lima kuasa pertambangan (KP) batu bara untuk diakuisisi guna meningkatkan segmen bisnis pertambangan komoditas itu. Untuk membiayai aksi korporasi tersebut, perseroan akan menggunakan dana internal atau dari obligasi global yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
KLBF: Penjualan tembus Rp9 Triliun
PT Kalbe Farma Tbk memperkirakan penjualan per kahir 2009 sekitar Rp9 triliun atau tumbuh 14,3% dibanding 2008 sebesar Rp7,87 triliun. Laba operasi perseroan diperkirakan naik 31,3% menjadi Rp1,5 triliun. Hingga 3Q09, Kalbe membukukan pertumbuhan penjualan bersih 13,57% dari Rp5,72 triliun menjadi Rp6,49 triliun. Laba bersih naik 22,27% menjadi Rp615,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp503,91 miliar.
BTEL: Bond Bakrie Telecom US$ 200 Juta
PT Bakrie Telecom Tbk menjajaki penerbitan obligasi global senilai US$ 200 juta. Jumlah tersebut berpotensi meningkat jika pricing obligasi dinilai menguntungkan. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan unruk memenuhi belanja modal.
BNBR: Jaminkan Anak Usaha
BNBR bakal menjaminkan anak usaha terkait emisi obligasi tukar (exchangeable/XB) senilai US$200 juta. Surat utang tersebut akan diterbitkan pada 1Q10. Saat ini, pihaknya masih memproses penerbitan exchangable bond, sehingga sehingga pihanya masih belum bisa menyebutkan nama anak usaha yang akan dijaminkan.
SIIP: Suryainti Usul Pemotongan 40% Utang Pokok
PT Suryainti Permata Tbk (SIIP) masih berupaya untuk menyelesaikan kewajiban utangnya sebesar US$ 70,71 juta kepada Oversign B.V. SIIP telah membentuk Komite Restrukturisasi yang bertugas menegosiasikan skema restrukturisasi utangnya. SIIP menyampaikan beberapa poin usulan restrukturisasi, salah satunya meminta pengurangan nilai pokok utang hingga 40%.
BKSL: Tetap Berencana Akusisi Bukit Jonggol
PT Sentul City Tbk (BKSL) kembali berencana menggelar RUPSLB ketiga untuk meminta izin terkait rencana akuisisi PT Bukit Jonggol Asri.
WOMF: Siap Lunasi Obligasi Rp385 Miliar
PT WOM Finance Tbk (WOMF) siapkan dana senilai Rp385 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tahun ini. Dua seri obligasi perseroan jatuh tempo pada 29 Mei 2010 an 7 Juni 2010. Pihaknya akan menggunakan dana kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo tahun ini.
BMRI: Sindikasi US$865 Juta untuk PKT
Sejumlah bank dipimpin PT Bank Mandiri Tbk akan membiayai revitalisasi pabik pupuk milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) senilai US$865 juta. Peserta sindikasi adalah BNI, BCA, dan Bank Kaltim.
BNII: Proses Rights Issue Rp1,5 Triliun
PT Bank International Indonesia Tbk (BII) segera mendapatkan suntikan modal minimal Rp1,5 triliun pada 1H10. Maybank Indocorp, sebagai pemegang saham mayoritas, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat modal BII melalui rights issue.
APEX: Lunasi Utang Obligasi
Perusahaan jasa pengeboran minyak dan gas (migas), APEX, akan menggunakan sebagian kas internalnya untuk melunasi utang obligasi senilai 750 miliar rupiah yang jatuh tempo pada April 2010. Sekretaris Perusahaan APEX Ade R Satari mengatakan pihaknya memiliki utang obligasi Rp750 miliar. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi konvensional Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 sebesar Rp510 miliar dan obligasi syariah ijarah Pratama Duta I tahun 2005 senilai Rp240 miliar. Kedua obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 8 April 2010.
IPO: IPO Saham Benakat Oversubscribed 5 Kali
IPO saham PT Benakay Petroleum Energy Tbk kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 5,13 kali menjadi Rp8,2 triliun dari Rp1,6 triliun. Perseroan kemungkinan menetapkan harga perdana Rp140 per saham. Secara bersamaan,perusahaan juga menerbitkan sebanyak 6,5 miliar unit waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap pemegang saham akan mendapat 13 waran.
Harga SUN Turun, Asing Terus Memborong
Kepemilikan asing di SUN terus meningkat. Per 25 Januari 2010, dana asing di SUN mencapai Rp 114,39 triliun.
Sumber: Investordaily, kontan, detikfinance.com, inilah.com
Investor asal India dikabarkan tengah mengincar mayoritas saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), seiring ekspansi global perusahaan asing itu ke wilayah Asia Tenggara. Terkait itu, harga PYFA akan dikerek oleh pihak-pihak tertentu ke kisaran Rp150-200 dalam jangka pendek. Tahun ini, kinerja perseroan diproyeksikan meningkat, seiring penguatan rupiah
Pelemahan bursa-bursa utama dunia langsung berimbas ke bursa Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dibuka langsung melemah. Pada perdagangan Jumat (29/1/2010), IHSG dibuka langsung melemah 18,526 poin (0,71%) ke leval 2.601,039. Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.355 per dolar AS.Pelaku pasar memilih untuk melepas saham-saham sejenak merespons pelemahan bursa-bursa regional mengikuti bursa Wall Street.Pada perdagangan Kamis (28/1/2010), indeks Dow Jones merosot 115,70 poin (1,13%) ke level 10.120,46. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 12,97 poin (1,18%) ke level 1.084,53 dan Nasdaq melemah 42,41 poin (1,91%) ke level 2.179,00.
Pemerintah merencanakan tetap akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebagai upaya mengurangi subsidi pada 2010.Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono saat paparan program 100 hari sektor ESDM di Jakarta, Kamis mengatakan, waktu kenaikan masih menunggu saat yang tepat.
BW Plantation Bakal Berkilau?
Pamor PT BW Plantation Tbk tahun ini bakal lebih berkilau. Dengan sejumlah keunggulan yang dimilikinya, produsen minyak sawit mentah (CPO) yang satu ini diperkirakan mampu mencetak keuntungan besar. Tak mengherankan jika sejumlah analis merekomendasikan buy saham emiten bersandi BWPT itu.
Bakrie & Brothers Jaminkan Anak Usaha
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bakal menjaminkan saham anak usaha terkait emisi obligasi tukar (exchangeable bond/XB) senilai US$ 200 juta. Surat utang tersebut akan diterbitkan pada kuartal I-2010.
INVESTOR ASING MINATI 80% SAHAM, IPO Saham Benakat Oversubscribed 5 Kali
PT Benakat Petroleum Energy Tbk mencetak kelebihan permintaan (oversubscribed) saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 5,13 kali menjadi Rp 8,20 triliun. Perseroan kemungkinan tetapkan harga perdana Rp 140 per saham.
Jangka Panjang, Saham Semen Prospektif
Saham sektor semen dalam jangka panjang cukup prospektif. Hal ini didorong mulainya pembangunan infrastruktur untuk tahun 2010 yang akan meningkatkan permintaan semen.
Realisasi IPO Alfamart Rp121 M
PT Sumber Alfaria telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum sekitar Rp121,788 miliar dari total dana penawaran umum sekitar Rp131,569 miliar.
Economic: Cadangan Devisa Bisa Lampaui US$100 M
Pemerintah menargetkan cadangan devisa Indonesia dalam 5 tahun ke depan bisa menembus level US$101 M seiring dengan prospek perekonomian yang lebih stabil terakselerasi pascakrisis. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengungkapkan pencapaian cadangan devisa itu telah menjadi target resmi pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) mencatat rugi bersih sebesar Rp 641,045 miliar lantaran tergerus beban utang sebesar Rp 1,193 triliun hingga triwulan III-2009.
Jakarta setiabudi Raih Pinjaman Bank ICBC
Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mendapat pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia sebesar US$5 juta.
ISAT : Indosat Akan Restrukturisasi Hutang Rp 4.5 T
Indosat berencana merestrukturisasi hutang yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 4.5 triliun. Saat ini perseroan telah memiliki 33.1 juta pelanggan.
INDY: Indika Energy Seleksi 5 KP
PT Indika Energy Tbk menyeleksi sekitar tiga hingga lima kuasa pertambangan (KP) batu bara untuk diakuisisi guna meningkatkan segmen bisnis pertambangan komoditas itu. Untuk membiayai aksi korporasi tersebut, perseroan akan menggunakan dana internal atau dari obligasi global yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
KLBF: Penjualan tembus Rp9 Triliun
PT Kalbe Farma Tbk memperkirakan penjualan per kahir 2009 sekitar Rp9 triliun atau tumbuh 14,3% dibanding 2008 sebesar Rp7,87 triliun. Laba operasi perseroan diperkirakan naik 31,3% menjadi Rp1,5 triliun. Hingga 3Q09, Kalbe membukukan pertumbuhan penjualan bersih 13,57% dari Rp5,72 triliun menjadi Rp6,49 triliun. Laba bersih naik 22,27% menjadi Rp615,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp503,91 miliar.
BTEL: Bond Bakrie Telecom US$ 200 Juta
PT Bakrie Telecom Tbk menjajaki penerbitan obligasi global senilai US$ 200 juta. Jumlah tersebut berpotensi meningkat jika pricing obligasi dinilai menguntungkan. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan unruk memenuhi belanja modal.
BNBR: Jaminkan Anak Usaha
BNBR bakal menjaminkan anak usaha terkait emisi obligasi tukar (exchangeable/XB) senilai US$200 juta. Surat utang tersebut akan diterbitkan pada 1Q10. Saat ini, pihaknya masih memproses penerbitan exchangable bond, sehingga sehingga pihanya masih belum bisa menyebutkan nama anak usaha yang akan dijaminkan.
SIIP: Suryainti Usul Pemotongan 40% Utang Pokok
PT Suryainti Permata Tbk (SIIP) masih berupaya untuk menyelesaikan kewajiban utangnya sebesar US$ 70,71 juta kepada Oversign B.V. SIIP telah membentuk Komite Restrukturisasi yang bertugas menegosiasikan skema restrukturisasi utangnya. SIIP menyampaikan beberapa poin usulan restrukturisasi, salah satunya meminta pengurangan nilai pokok utang hingga 40%.
BKSL: Tetap Berencana Akusisi Bukit Jonggol
PT Sentul City Tbk (BKSL) kembali berencana menggelar RUPSLB ketiga untuk meminta izin terkait rencana akuisisi PT Bukit Jonggol Asri.
WOMF: Siap Lunasi Obligasi Rp385 Miliar
PT WOM Finance Tbk (WOMF) siapkan dana senilai Rp385 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tahun ini. Dua seri obligasi perseroan jatuh tempo pada 29 Mei 2010 an 7 Juni 2010. Pihaknya akan menggunakan dana kas internal untuk melunasi obligasi jatuh tempo tahun ini.
BMRI: Sindikasi US$865 Juta untuk PKT
Sejumlah bank dipimpin PT Bank Mandiri Tbk akan membiayai revitalisasi pabik pupuk milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) senilai US$865 juta. Peserta sindikasi adalah BNI, BCA, dan Bank Kaltim.
BNII: Proses Rights Issue Rp1,5 Triliun
PT Bank International Indonesia Tbk (BII) segera mendapatkan suntikan modal minimal Rp1,5 triliun pada 1H10. Maybank Indocorp, sebagai pemegang saham mayoritas, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat modal BII melalui rights issue.
APEX: Lunasi Utang Obligasi
Perusahaan jasa pengeboran minyak dan gas (migas), APEX, akan menggunakan sebagian kas internalnya untuk melunasi utang obligasi senilai 750 miliar rupiah yang jatuh tempo pada April 2010. Sekretaris Perusahaan APEX Ade R Satari mengatakan pihaknya memiliki utang obligasi Rp750 miliar. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi konvensional Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 sebesar Rp510 miliar dan obligasi syariah ijarah Pratama Duta I tahun 2005 senilai Rp240 miliar. Kedua obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 8 April 2010.
IPO: IPO Saham Benakat Oversubscribed 5 Kali
IPO saham PT Benakay Petroleum Energy Tbk kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 5,13 kali menjadi Rp8,2 triliun dari Rp1,6 triliun. Perseroan kemungkinan menetapkan harga perdana Rp140 per saham. Secara bersamaan,perusahaan juga menerbitkan sebanyak 6,5 miliar unit waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap pemegang saham akan mendapat 13 waran.
Harga SUN Turun, Asing Terus Memborong
Kepemilikan asing di SUN terus meningkat. Per 25 Januari 2010, dana asing di SUN mencapai Rp 114,39 triliun.
Sumber: Investordaily, kontan, detikfinance.com, inilah.com
Update Daily Investment News
India Raises Bank Reserves More Than Estimates; Interest Rates Unchanged
Indonesia in Place Among BRIC Nations, Templeton Says
(Bloomberg) -- Indonesia, Asia’s second-best performing stock market last year, may be ready to join the so- called BRIC group of major emerging nations, according to Templeton Asset Management Ltd. “Indonesia’s political and economic outlook has improved tremendously in recent years,” Templeton portfolio manager Dennis Lim wrote in a note yesterday on Chairman Mark Mobius’s blog. “So clearly, it would not look out of place beside the BRIC countries.”
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a00wHutwcnho
Top Traders: New Catalyst Could Soon Jolt Market
By: Lee Brodie Producer
Think the TARP tax rocked the market? That doesn’t compare to the next possible jolt it may get.But don’t panic -- this jolt should be bullish and take the market higher. Now make no mistake – this is strictly chatter from the forex markets and they’re “the Wild West,” explains top trader Brian Kelly of Kanundrum. A lot of currency traders talk their books all day long.”
http://www.cnbc.com/id/35129399
Soros Says Chinese Stocks Are ‘Overheating,’ Should Be Slowed
(Bloomberg) -- Billionaire investor George Soros said China’s stock market is “overheating” and policy makers should seek to temper its gains. “Right now, the Chinese market is overheating and they have to slow it down,” Soros said in an interview with Bloomberg Television today at the World Economic Forum’s annual meeting in Davos, Switzerland. “It remains to be seen how successful they are.”
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aO_v0XAyZffg
Halftime Report: The Road To Correction
By: Lee Brodie Producer
Jittery investors struggled with another dramatic sell-off on Thursday; this time tech [XLK Loading... () ] dragged down the broad market, hurt by outlooks from Motorola [MOT Loading... () ] and Qualcomm [QCOM Loading... () ].Considering the action, what should you be watching as a signal that we're heading down the road to a correction?
http://www.cnbc.com/id/35125697
Gold Still in an ‘Uptrend,’ Superfund Says: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Gold, which has fallen about 11 percent from its record last month, is still in a long-term “uptrend,” according to technical analysis by Aaron Smith, a managing director at Superfund Financial Singapore Pte. The attached chart shows gold is trading above its one-year trend line and the metal’s 14-day relative strength index is at about 40. To some technical analysts, a reading below 30 signals prices may rise. The second chart shows bullion, at $1,090.30 an ounce at 6:13 a.m. in London, above its 150-day moving average.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=amt9gNimgDvE
Crude Oil Set to Rebound to $79.50 a Barrel: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Oil may rise to $79.50 a barrel after holding above its 200-day moving average, according to a technical analysis by Lind-Waldock & Co. in Chicago. Prices will probably “bounce” next week after March oil futures dropped for 10 of the past 12 sessions without sliding below support at the 200-day level, said Richard Ilczyszyn, a senior market strategist with Lind-Waldock, a division of MF Global Ltd. Oil dropped $1.04, or 1.4 percent, to $73.67 yesterday, the lowest settlement since Dec. 21.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aRrkDn7W9EoM
S&P 500 May Fall 25%, Volume Surge Shows: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The Standard & Poor’s 500 Index may have peaked for the year and begun a 25 percent sell-off, Bay Crest Partners LLC said, citing a surge in trading volume as the U.S. market dropped last week. The plunge was “much more impulsive, much more powerful on the downside,” compared with dips during last year’s rally, said Christian Bendixen, director of technical research at New York-based Bay Crest. “High volume on down days and low volume on up days is a sign of distribution that we’re going to head significantly lower.”
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=afpT8M.sL8mE
Euro May Slide Against Pound, MIG Says: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The euro may weaken more than 7 percent against the pound to 80.10 pence by mid-May, MIG Bank SA said, citing technical indicators. The single European currency might initially depreciate to 81.70 pence, the 50 percent Fibonacci retracement of the 2007- 2008 euro “bull market,” said Paul Day, chief market analyst at MIG in Neuchatel, Switzerland. A “potential ABC Elliott Wave correction” from the 98.03 pence peak of December 2008 signals an extension of the trend, he said. The euro was at 86.28 pence as of 12:48 p.m. in London, down 0.6 percent from yesterday.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aiK0w3_RIJm4
Dollar to Reach Six-Month High Versus Franc: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The U.S. dollar is poised to gain toward a six-month high against the Swiss franc, Ueda Harlow Ltd. said, citing trading patterns.The greenback breached a 200-day moving average line against the franc, signaling the U.S. currency’s advance may accelerate in the near term, Toshiya Yamauchi, manager of foreign-exchange margin trading at Ueda Harlow in Tokyo, said in an interview with Bloomberg News. The dollar may climb to 1.08 francs before reaching the 50 percent retracement level of 1.09 on the Fibonacci chart, Yamauchi said.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=azMlORLlOk1s
Emerging Stock Funds Post First Outflows in 12 Weeks
(Bloomberg) -- Emerging market equity funds posted the first net outflows in 12 weeks on concern that China will take further steps to curb inflation and the global economic recovery will slow, according to EPFR Global.Funds investing in developing-nation equities lost $608.5 million overall in the week ended Jan. 27, EPFR Managing Director Brad Durham said. Those focused on Asian stocks outside Japan had the only inflows, with China posting its first gain since mid-December, the fund tracking company said. BRIC funds investing in Brazil, Russia, India and China posted outflows for first time since early September.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aEJmjJY3IPTo
Thai Stocks Set to Rebound on RSI Signal: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Thailand’s stocks are poised to rebound from the longest losing streak in more than five years as a momentum indicator signals that equities have been “oversold,” according to Tisco Securities Co. The benchmark SET Index’s 14-day relative strength index, or RSI, sank to 27.77 yesterday, the lowest since Oct. 29, 2008, according to a data compiled by Bloomberg. A drop in the RSI, a moving average based on how rapidly prices gain or retreat, below 30 indicates to analysts that prices are set to rebound.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a5i7wZqrYpTU
Corporate Bonds Beat Stocks Most Since February: Credit Markets
(Bloomberg) -- Corporate bonds are beating stocks by the biggest margin since February as investors seek the shelter of fixed income amid concern the global recovery is flagging. While the MSCI World Index of stocks in 23 developed countries has lost 3.36 percent including reinvested dividends this month, the Bank of America Merrill Lynch Global Broad Market Corporate index gained 1.64 percentage points. Last month, stocks outperformed bonds by 2.4 percentage points.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a2gFj54nR8QA
Indonesia in Place Among BRIC Nations, Templeton Says
(Bloomberg) -- Indonesia, Asia’s second-best performing stock market last year, may be ready to join the so- called BRIC group of major emerging nations, according to Templeton Asset Management Ltd. “Indonesia’s political and economic outlook has improved tremendously in recent years,” Templeton portfolio manager Dennis Lim wrote in a note yesterday on Chairman Mark Mobius’s blog. “So clearly, it would not look out of place beside the BRIC countries.”
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a00wHutwcnho
Top Traders: New Catalyst Could Soon Jolt Market
By: Lee Brodie Producer
Think the TARP tax rocked the market? That doesn’t compare to the next possible jolt it may get.But don’t panic -- this jolt should be bullish and take the market higher. Now make no mistake – this is strictly chatter from the forex markets and they’re “the Wild West,” explains top trader Brian Kelly of Kanundrum. A lot of currency traders talk their books all day long.”
http://www.cnbc.com/id/35129399
Soros Says Chinese Stocks Are ‘Overheating,’ Should Be Slowed
(Bloomberg) -- Billionaire investor George Soros said China’s stock market is “overheating” and policy makers should seek to temper its gains. “Right now, the Chinese market is overheating and they have to slow it down,” Soros said in an interview with Bloomberg Television today at the World Economic Forum’s annual meeting in Davos, Switzerland. “It remains to be seen how successful they are.”
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aO_v0XAyZffg
Halftime Report: The Road To Correction
By: Lee Brodie Producer
Jittery investors struggled with another dramatic sell-off on Thursday; this time tech [XLK Loading... () ] dragged down the broad market, hurt by outlooks from Motorola [MOT Loading... () ] and Qualcomm [QCOM Loading... () ].Considering the action, what should you be watching as a signal that we're heading down the road to a correction?
http://www.cnbc.com/id/35125697
Gold Still in an ‘Uptrend,’ Superfund Says: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Gold, which has fallen about 11 percent from its record last month, is still in a long-term “uptrend,” according to technical analysis by Aaron Smith, a managing director at Superfund Financial Singapore Pte. The attached chart shows gold is trading above its one-year trend line and the metal’s 14-day relative strength index is at about 40. To some technical analysts, a reading below 30 signals prices may rise. The second chart shows bullion, at $1,090.30 an ounce at 6:13 a.m. in London, above its 150-day moving average.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=amt9gNimgDvE
Crude Oil Set to Rebound to $79.50 a Barrel: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Oil may rise to $79.50 a barrel after holding above its 200-day moving average, according to a technical analysis by Lind-Waldock & Co. in Chicago. Prices will probably “bounce” next week after March oil futures dropped for 10 of the past 12 sessions without sliding below support at the 200-day level, said Richard Ilczyszyn, a senior market strategist with Lind-Waldock, a division of MF Global Ltd. Oil dropped $1.04, or 1.4 percent, to $73.67 yesterday, the lowest settlement since Dec. 21.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aRrkDn7W9EoM
S&P 500 May Fall 25%, Volume Surge Shows: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The Standard & Poor’s 500 Index may have peaked for the year and begun a 25 percent sell-off, Bay Crest Partners LLC said, citing a surge in trading volume as the U.S. market dropped last week. The plunge was “much more impulsive, much more powerful on the downside,” compared with dips during last year’s rally, said Christian Bendixen, director of technical research at New York-based Bay Crest. “High volume on down days and low volume on up days is a sign of distribution that we’re going to head significantly lower.”
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=afpT8M.sL8mE
Euro May Slide Against Pound, MIG Says: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The euro may weaken more than 7 percent against the pound to 80.10 pence by mid-May, MIG Bank SA said, citing technical indicators. The single European currency might initially depreciate to 81.70 pence, the 50 percent Fibonacci retracement of the 2007- 2008 euro “bull market,” said Paul Day, chief market analyst at MIG in Neuchatel, Switzerland. A “potential ABC Elliott Wave correction” from the 98.03 pence peak of December 2008 signals an extension of the trend, he said. The euro was at 86.28 pence as of 12:48 p.m. in London, down 0.6 percent from yesterday.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aiK0w3_RIJm4
Dollar to Reach Six-Month High Versus Franc: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The U.S. dollar is poised to gain toward a six-month high against the Swiss franc, Ueda Harlow Ltd. said, citing trading patterns.The greenback breached a 200-day moving average line against the franc, signaling the U.S. currency’s advance may accelerate in the near term, Toshiya Yamauchi, manager of foreign-exchange margin trading at Ueda Harlow in Tokyo, said in an interview with Bloomberg News. The dollar may climb to 1.08 francs before reaching the 50 percent retracement level of 1.09 on the Fibonacci chart, Yamauchi said.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=azMlORLlOk1s
Emerging Stock Funds Post First Outflows in 12 Weeks
(Bloomberg) -- Emerging market equity funds posted the first net outflows in 12 weeks on concern that China will take further steps to curb inflation and the global economic recovery will slow, according to EPFR Global.Funds investing in developing-nation equities lost $608.5 million overall in the week ended Jan. 27, EPFR Managing Director Brad Durham said. Those focused on Asian stocks outside Japan had the only inflows, with China posting its first gain since mid-December, the fund tracking company said. BRIC funds investing in Brazil, Russia, India and China posted outflows for first time since early September.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aEJmjJY3IPTo
Thai Stocks Set to Rebound on RSI Signal: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Thailand’s stocks are poised to rebound from the longest losing streak in more than five years as a momentum indicator signals that equities have been “oversold,” according to Tisco Securities Co. The benchmark SET Index’s 14-day relative strength index, or RSI, sank to 27.77 yesterday, the lowest since Oct. 29, 2008, according to a data compiled by Bloomberg. A drop in the RSI, a moving average based on how rapidly prices gain or retreat, below 30 indicates to analysts that prices are set to rebound.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a5i7wZqrYpTU
Corporate Bonds Beat Stocks Most Since February: Credit Markets
(Bloomberg) -- Corporate bonds are beating stocks by the biggest margin since February as investors seek the shelter of fixed income amid concern the global recovery is flagging. While the MSCI World Index of stocks in 23 developed countries has lost 3.36 percent including reinvested dividends this month, the Bank of America Merrill Lynch Global Broad Market Corporate index gained 1.64 percentage points. Last month, stocks outperformed bonds by 2.4 percentage points.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a2gFj54nR8QA
Thursday, January 28, 2010
Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 28-01
Harga saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) berpeluang menuju Rp200 dalam jangka pendek maupun menengah. Saham perseroan sedang diincar oleh beberapa mitra strategis
PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX) dikabarkan bakal mendiversifikasi usahanya ke sektor perkebunan kelapa sawit tahun ini. Perseroan disebut-sebut tengah menyiapkan sumber daya manusia dan rencana akuisisi lahan sawit di Sumatera Selatan. Rencana tersebut akan dijadikan momentum oleh beberapa pihak untuk mengerek MYTX menuju kisaran Rp80-100.
Penguatan IHSG diprediksi akan kembali terjadi pada perdagangan Kamis (28/1/2010). Menghijaunya bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa menjadi sentimen positif untuk mendorong investor kembali mengkoleksi saham-saham. Namun investor juga akan terus mencermati perkembangan aksi demo 28 Januari yang kabarnya dilakukan besar-besaran.Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang kemarin berakhir di teritori positif setelah Bank Sentral AS (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya untuk waktu yang lebih lama. Pada perdagangan Rabu (27/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 41,87 poin (0,41%) ke level 10.236,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,33 poin (0,49%) ke levle 1.097,50 dan Nasdaq menguat 17,68 poin (0,80%) ke level 2.221,41.Bursa Jepang juga mengawali perdagangan hari ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 57,65 poin (0,56%) ke level 10.309,73.
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka stabil di tengah kabar aksi demonstrasi yang kabarnya akan besar-besaran memperingati 100 hari kabinet Presiden SBY. Pada perdagangan Kamis (28/1/2010), rupiah dibuka melemah tipis di level 9.425 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.420 per dolar AS.
ADARO Siapkan 11 Jt Ton Batubara di 2010
Sebagian besar produksi batubara Adaro diperuntukan bagi pasar ekspor sekitar 60-70%, dan hanya 25-30% disediakan untuk pasar domestik.
Produksi Batubara Termal BUMI 60 m/Ton di 2009
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menergetkan produksi batubara termal 2009 diharapkan melebihi 60 m/ton dibandingkan produksi 2008 hanya 53 m/ton.
BUMI Bisa Turun ke Rp1.700
Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (28/1) diprediksikan melanjutkan pelemahan seiring negatifnya sentimen market dan soal reklamasi lahan bekas tambang.
Fitch Ratings hari ini telah menaikkan peringkat jangka panjang Issuer Default Rating (IDR) dalam mata uang asing dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk (Indosat) ke BBB- dari BB+. Selain itu, menaikkan peringkat jangka panjang IDR dalam mata uang asing dan mata uang lokal dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ke BB+ dari BB. Pada saat yang sama Fitch juga menaikkan peringkat jangka panjang IDR dalam mata uang lokal dari Telkomsel ke BBB dari BBB-.
INCAR LABA RP 225 MILIAR, Benakat Berpotensi Raup Dana IPO Rp 1,6 Triliun
PT Benakat Petroleum Energy Tbk berpotensi meraup dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sekitar Rp 1,4–1,6 triliun. Target dana ini berdasarkan harga saham perdana perseroan pada kisaran Rp 120-140 per unit.
NILAI TRANSAKSI RP 2,23 TRILIUN, Heineken Segera Lepas 65% Saham Multi Bintang
Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) menyetujui Asia Pacific Breweries Ltd (APB) untuk mengakuisisi 65% saham perseroan yang dimiliki Heineken International BV.
Telkomsel Raih Pinjaman US$ 300 Juta
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), meraih fasilitas pinjaman senilai US$ 300 juta dari Export Kredit Namden (EKN), lembaga pembiayaan ekspor milik Pemerintah Swedia.
Direksi Indosat Bakal Dirombak
Susunan direksi PT Indosat Tbk (Indosat) diisyaratkan bakal mengalami perubahan menyusul kinerja manajemen yang kurang menggembirakan pemegang saham.
Economic: IMF Naikkan Prediksi Laju Ekonomi RI
Dana Moneter Internasional (IMF) menilai kasus Bank Century tidak akan memiliki dampak buruk terhadap perekonomian Indonesia pada tahun ini yang diproyeksikan 5,5% atau naik dari prediksi sebelumnya 4,8% PDB. Menurut Division Chief IMF untuk Asia Pasifik, dampak politis seperti kasus Bank Century tidak perlu dispekulasikan secara berlebihan karena faktor itu diyakini tidak akan mengganggu prospek perekonomian Indonesia.
Economic: Penjualan Sukuk Ritel Capai Rp2 T
Penjualan surat berharga syariah negara (SBSN/sukuk) ritel hingga hari ketiga telah mencapai Rp2,05 T, mendekati target indikatif yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp3 T. Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu menyatakan optimistis penjualan surat berharga syariah negara ritel seri 02 (SR-002) melebihi target indikatif.
Property: Asing boleh memiliki properti 70 tahun
Tak lama lagi permintaan hunian dari warga negara asing boleh jadi akan naik karena salah satu poin yang direvisi dari PP No.41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing adalah mengenai pemerintah yang akan memperpanjang masa hak pakai rumah atau hunian oleh asing dari sebelumnya hanya 25 tahun menjadi 70 tahun.
Banking: Fitch Naikkan Peringkat 8 Bank
Fitch Ratings menaikkan peringkat 8 bank nasional Indonesia dari BB ke BB+. Kenaikan peringkat tersebut membuat perbankan optimistis untuk menerbitkan obligasi dengan kupon bunga yang lebih baik dari peringkat sebelumnya. Delapan bank tersebut yaitu:
1. PT Bank Mandiri Tbk
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
3. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
4. PT Bank International Indonesia Tbk (BII)
5. PT Bank CIMB Niaga Tbk
6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
7. PT Bank OCBC NISP Tbk
8. PT Bank UOB Buana.
TLKM: Raih Pinjaman US$300 Juta
PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), meraih fasilitas pinjaman senilai US$300 juta dari Export Kredit Namden (EKN), lembaga pembiayaan ekspor dari pemerintah Swedia. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pengadaan perangkat telekomunikasi dari Ericsson Swedia.
MPPA: Siap Lunasi Obligasi US$200 Juta
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) siap mempercepat pelunasan obligasi US$200 Juta yang jatuh tempo pada 2012 setelah menjual mayoritas sahamnya di PT Matahari Department Store Tbk (MDS). Perusahaan pemeringkat Standard & Poor's (S&P) dan Moody's Investors Service berencana menurunkan peringkat Matahari Putra dan surat utangnya dari posisi sekarang masing-masing B1 dan B+.
ADHI: Adhi Karya Rights Issue 4Q
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan pelaksanaan rights issue Rp 600 miliar pada 4Q. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari proses yang telah tertunda 3 tahun lalu, yang disebabkan krisis finansial 2008 yang menekan harga saham perseroan.
ADHI: Incar Kontrak Rp 14,8 Triliun
ADHI mengincar total kontrak hingga Rp 14,8 triliun sepanjang 2010. Sebesar Rp 9 triliun merupakan kontrak baru, dan sisanya kontrak bawaan (carry over) 2009. Direktur Utama Adhi Karya Bambang Triwibowo mengatakan, ADHI akan menggenjot kontrak melalui pengerjaan pembangkit listrik (power plant), rekayasa engineering (electrical procurement construction/EPC), bangunan bertingkat (high rise building), jalan tol, dermaga, dan pelabuhan.
BBTN: Optimistis Laba Tumbuh 50%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis laba perusahaan tumbuh sebesar 50% tahun ini. Untuk itu, perseroan akan mengoptimalkan penyaluran kredit yang diharapkan naik 22%. Per September 2009, laba bersih perusahaan mencapai Rp319 miliar. Perusahaan menargetkan laba bersih dapat mencapai Rp485 miliar pada 2009. BTN memperkirakan akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah bersubsidi akan terus meningkat pascapelepasan saham perdana ke publik pada Desember 2009.
ADRO: Targetkan Produksi Batubara 45 Juta Ton
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berencana meningkatkan produksinya. Perseroan menargetkan
produksi batubara tahun ini bisa mencapai 45 juta ton. Kenaikan produksi tersebut bakal mengerek pendapatan emiten ini sekitar 10%-15% pada tahun ini.
MEDC: Gas Donggi-Senoro Tetap Untuk Ekspor
Kesepakatan Gas Sales Agreement (GSA) antara PT Pertamina dan MEDC dengan PT Donggi Senoro LNG yang telah diteken pada 22 Januari 2009 telah mengunci komitmen ekspor gas. Sebagian besar gas Donggi-Senoro yaitu sebesar 335 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) tetap akan diperuntukkan bagi pasar ekspor.
IPO: Benakat Energy Tawarkan Harga Saham Rp 120-140
Harga saham perdana PT Benakat Petroleum Energy Tbk dipatok pada level Rp 120-140 per saham. Adapun target dana yang diincar sebesar Rp 1,38 triliun hingga Rp 1,61 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah penyertaan kepemilikan kepada anak usaha.
Moody's Akan Review Peringkat MPPA Setelah Pengumuman Penjualan Department Store
Moody's menilai penjualan Matahari Department Store akan meningkatkan likuiditas MPPA dalam jangka pendek.
CPRO Renegosiasi, Notes Dibayar 6 Bln Lagi
CP Prima telah melakukan pembiacaraan untuk kondisi perpanjanga atau standstill selama 6 bulan atau mundur dari sebelumnya 28 Januari 2010.
Frontline Beli Saham Metrodata Com
PT Frontline Pte. Ltd akan membeli seluruh saham Metrodata Electrinics Tbk (MTDL) yang ada didalam E Metrodata Com.
Sumber: Investordaily, Kontan, Detik.com (Market Flash), Inilah.com
PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX) dikabarkan bakal mendiversifikasi usahanya ke sektor perkebunan kelapa sawit tahun ini. Perseroan disebut-sebut tengah menyiapkan sumber daya manusia dan rencana akuisisi lahan sawit di Sumatera Selatan. Rencana tersebut akan dijadikan momentum oleh beberapa pihak untuk mengerek MYTX menuju kisaran Rp80-100.
Penguatan IHSG diprediksi akan kembali terjadi pada perdagangan Kamis (28/1/2010). Menghijaunya bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa menjadi sentimen positif untuk mendorong investor kembali mengkoleksi saham-saham. Namun investor juga akan terus mencermati perkembangan aksi demo 28 Januari yang kabarnya dilakukan besar-besaran.Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang kemarin berakhir di teritori positif setelah Bank Sentral AS (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga rendahnya untuk waktu yang lebih lama. Pada perdagangan Rabu (27/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 41,87 poin (0,41%) ke level 10.236,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,33 poin (0,49%) ke levle 1.097,50 dan Nasdaq menguat 17,68 poin (0,80%) ke level 2.221,41.Bursa Jepang juga mengawali perdagangan hari ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 57,65 poin (0,56%) ke level 10.309,73.
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka stabil di tengah kabar aksi demonstrasi yang kabarnya akan besar-besaran memperingati 100 hari kabinet Presiden SBY. Pada perdagangan Kamis (28/1/2010), rupiah dibuka melemah tipis di level 9.425 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.420 per dolar AS.
ADARO Siapkan 11 Jt Ton Batubara di 2010
Sebagian besar produksi batubara Adaro diperuntukan bagi pasar ekspor sekitar 60-70%, dan hanya 25-30% disediakan untuk pasar domestik.
Produksi Batubara Termal BUMI 60 m/Ton di 2009
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menergetkan produksi batubara termal 2009 diharapkan melebihi 60 m/ton dibandingkan produksi 2008 hanya 53 m/ton.
BUMI Bisa Turun ke Rp1.700
Saham PT Bumi Resources (BUMI), pada Kamis (28/1) diprediksikan melanjutkan pelemahan seiring negatifnya sentimen market dan soal reklamasi lahan bekas tambang.
Fitch Ratings hari ini telah menaikkan peringkat jangka panjang Issuer Default Rating (IDR) dalam mata uang asing dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk (Indosat) ke BBB- dari BB+. Selain itu, menaikkan peringkat jangka panjang IDR dalam mata uang asing dan mata uang lokal dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ke BB+ dari BB. Pada saat yang sama Fitch juga menaikkan peringkat jangka panjang IDR dalam mata uang lokal dari Telkomsel ke BBB dari BBB-.
INCAR LABA RP 225 MILIAR, Benakat Berpotensi Raup Dana IPO Rp 1,6 Triliun
PT Benakat Petroleum Energy Tbk berpotensi meraup dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sekitar Rp 1,4–1,6 triliun. Target dana ini berdasarkan harga saham perdana perseroan pada kisaran Rp 120-140 per unit.
NILAI TRANSAKSI RP 2,23 TRILIUN, Heineken Segera Lepas 65% Saham Multi Bintang
Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) menyetujui Asia Pacific Breweries Ltd (APB) untuk mengakuisisi 65% saham perseroan yang dimiliki Heineken International BV.
Telkomsel Raih Pinjaman US$ 300 Juta
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), meraih fasilitas pinjaman senilai US$ 300 juta dari Export Kredit Namden (EKN), lembaga pembiayaan ekspor milik Pemerintah Swedia.
Direksi Indosat Bakal Dirombak
Susunan direksi PT Indosat Tbk (Indosat) diisyaratkan bakal mengalami perubahan menyusul kinerja manajemen yang kurang menggembirakan pemegang saham.
Economic: IMF Naikkan Prediksi Laju Ekonomi RI
Dana Moneter Internasional (IMF) menilai kasus Bank Century tidak akan memiliki dampak buruk terhadap perekonomian Indonesia pada tahun ini yang diproyeksikan 5,5% atau naik dari prediksi sebelumnya 4,8% PDB. Menurut Division Chief IMF untuk Asia Pasifik, dampak politis seperti kasus Bank Century tidak perlu dispekulasikan secara berlebihan karena faktor itu diyakini tidak akan mengganggu prospek perekonomian Indonesia.
Economic: Penjualan Sukuk Ritel Capai Rp2 T
Penjualan surat berharga syariah negara (SBSN/sukuk) ritel hingga hari ketiga telah mencapai Rp2,05 T, mendekati target indikatif yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp3 T. Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu menyatakan optimistis penjualan surat berharga syariah negara ritel seri 02 (SR-002) melebihi target indikatif.
Property: Asing boleh memiliki properti 70 tahun
Tak lama lagi permintaan hunian dari warga negara asing boleh jadi akan naik karena salah satu poin yang direvisi dari PP No.41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing adalah mengenai pemerintah yang akan memperpanjang masa hak pakai rumah atau hunian oleh asing dari sebelumnya hanya 25 tahun menjadi 70 tahun.
Banking: Fitch Naikkan Peringkat 8 Bank
Fitch Ratings menaikkan peringkat 8 bank nasional Indonesia dari BB ke BB+. Kenaikan peringkat tersebut membuat perbankan optimistis untuk menerbitkan obligasi dengan kupon bunga yang lebih baik dari peringkat sebelumnya. Delapan bank tersebut yaitu:
1. PT Bank Mandiri Tbk
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
3. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
4. PT Bank International Indonesia Tbk (BII)
5. PT Bank CIMB Niaga Tbk
6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
7. PT Bank OCBC NISP Tbk
8. PT Bank UOB Buana.
TLKM: Raih Pinjaman US$300 Juta
PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), meraih fasilitas pinjaman senilai US$300 juta dari Export Kredit Namden (EKN), lembaga pembiayaan ekspor dari pemerintah Swedia. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pengadaan perangkat telekomunikasi dari Ericsson Swedia.
MPPA: Siap Lunasi Obligasi US$200 Juta
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) siap mempercepat pelunasan obligasi US$200 Juta yang jatuh tempo pada 2012 setelah menjual mayoritas sahamnya di PT Matahari Department Store Tbk (MDS). Perusahaan pemeringkat Standard & Poor's (S&P) dan Moody's Investors Service berencana menurunkan peringkat Matahari Putra dan surat utangnya dari posisi sekarang masing-masing B1 dan B+.
ADHI: Adhi Karya Rights Issue 4Q
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan pelaksanaan rights issue Rp 600 miliar pada 4Q. Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari proses yang telah tertunda 3 tahun lalu, yang disebabkan krisis finansial 2008 yang menekan harga saham perseroan.
ADHI: Incar Kontrak Rp 14,8 Triliun
ADHI mengincar total kontrak hingga Rp 14,8 triliun sepanjang 2010. Sebesar Rp 9 triliun merupakan kontrak baru, dan sisanya kontrak bawaan (carry over) 2009. Direktur Utama Adhi Karya Bambang Triwibowo mengatakan, ADHI akan menggenjot kontrak melalui pengerjaan pembangkit listrik (power plant), rekayasa engineering (electrical procurement construction/EPC), bangunan bertingkat (high rise building), jalan tol, dermaga, dan pelabuhan.
BBTN: Optimistis Laba Tumbuh 50%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis laba perusahaan tumbuh sebesar 50% tahun ini. Untuk itu, perseroan akan mengoptimalkan penyaluran kredit yang diharapkan naik 22%. Per September 2009, laba bersih perusahaan mencapai Rp319 miliar. Perusahaan menargetkan laba bersih dapat mencapai Rp485 miliar pada 2009. BTN memperkirakan akselerasi penyaluran kredit pemilikan rumah bersubsidi akan terus meningkat pascapelepasan saham perdana ke publik pada Desember 2009.
ADRO: Targetkan Produksi Batubara 45 Juta Ton
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berencana meningkatkan produksinya. Perseroan menargetkan
produksi batubara tahun ini bisa mencapai 45 juta ton. Kenaikan produksi tersebut bakal mengerek pendapatan emiten ini sekitar 10%-15% pada tahun ini.
MEDC: Gas Donggi-Senoro Tetap Untuk Ekspor
Kesepakatan Gas Sales Agreement (GSA) antara PT Pertamina dan MEDC dengan PT Donggi Senoro LNG yang telah diteken pada 22 Januari 2009 telah mengunci komitmen ekspor gas. Sebagian besar gas Donggi-Senoro yaitu sebesar 335 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) tetap akan diperuntukkan bagi pasar ekspor.
IPO: Benakat Energy Tawarkan Harga Saham Rp 120-140
Harga saham perdana PT Benakat Petroleum Energy Tbk dipatok pada level Rp 120-140 per saham. Adapun target dana yang diincar sebesar Rp 1,38 triliun hingga Rp 1,61 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah penyertaan kepemilikan kepada anak usaha.
Moody's Akan Review Peringkat MPPA Setelah Pengumuman Penjualan Department Store
Moody's menilai penjualan Matahari Department Store akan meningkatkan likuiditas MPPA dalam jangka pendek.
CPRO Renegosiasi, Notes Dibayar 6 Bln Lagi
CP Prima telah melakukan pembiacaraan untuk kondisi perpanjanga atau standstill selama 6 bulan atau mundur dari sebelumnya 28 Januari 2010.
Frontline Beli Saham Metrodata Com
PT Frontline Pte. Ltd akan membeli seluruh saham Metrodata Electrinics Tbk (MTDL) yang ada didalam E Metrodata Com.
Sumber: Investordaily, Kontan, Detik.com (Market Flash), Inilah.com
Update Daily Investment News
Elliott Wave: Correction Signs of 2000, 2007 Happening Now: Robert Prechter
By: CNBC.com staff
Robert Prechter, president of Elliot Wave International, reportedly predicted the 1987 stock market meltdown.Now he's warning that we're in a new bear market — and this might be investors' last chance to get out while the Dow is in quadruple digits. Prechter explained his thinking to CNBC.
http://www.cnbc.com/id/35086130
Asia Stocks Rally Will Resume, Goldman Sachs, Credit Suisse Say
(Bloomberg) -- Asia’s stock market rally will resume after a “correction,” offering investors opportunities to increase holdings, Goldman Sachs Group Inc. and Credit Suisse Group AG said. Goldman Sachs will start “extending a toe into markets” and Credit Suisse advised investors to start buying shares when the MSCI Asia excluding Japan Index falls to about 420, or 7.2 percent below yesterday’s close. The gauge has lost 9.5 percent from an 18-month high on Jan. 11.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=apeDdwZoGvsI
S&P 500 Is on ‘Precipice,’ May Extend Drop: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The Standard & Poor’s 500 Index may extend its decline from the peak of the rally to 9.6 percent if a key support level is breached, according to the head of technical analysis at Mint Equities Ltd. The S&P 500 closed at 1,092.17 yesterday, 5 percent below the 15-month high of 1,150.23 on Jan. 19. If the benchmark gauge for U.S. equities breaches the level at 1,087 to 1,091, the next support is at 1,040, 4.8 percent below yesterday’s close, according to Mint’s Geoff Wilkinson.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aulBQGy08VKs
Emerging-Market RSI Says Buy as Stocks Drop: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Developing-nation stocks are poised to rally from the longest losing streak in a year as a momentum indicator signals gains for the first time since October 2008, said Johannesburg-based Imara S.P. Reid. The MSCI Emerging Markets Index’s 14-day relative strength index, or RSI, sank to 27.05 today, the lowest level since a reading of 22.3 on Oct. 27, 2008, when the steepest bear market in the index’s history ended. The RSI identifies possible turning points in indexes or securities by measuring the degree that gains and losses outpace each other in a given time period. A reading below 30 signals a possible rally, according to technical analysts.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=apjupe7i5UG8
Pound May Puncture Range, Rally Versus Yen: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Sterling may appreciate at least 15 percent against the yen after trading in a range since the end of August following a rally from a record low, according to Citigroup Inc., citing historical patterns. Over the past five months, the pound has formed descending peaks in the range of 139.32 yen to 153.26. An increase beyond the upper end would indicate “a push towards at least 167 is in the cards,” Citigroup technical analysts led by Tom Fitzpatrick in New York wrote today in a note to clients.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a2.8rNmTP6yY
The Bull Market has Turned, Take Profits: Investor
By: Robin Knight CNBC Assistant Web Producer
After correctly calling the stock market rebound after the lows of March 2009, Michael Browne, portfolio manager from Sofaer Global Research, is changing his bullish stance and selling stocks.
http://www.cnbc.com/id/35095722
Roubini: Asset Bubble Is Beginning Now
By: Antonia Oprita Associate Web Producer, CNBC.com
Withdrawing economic stimuli and tightening monetary policy are very difficult future policy choices, but something has to be done because asset bubbles have started to take shape, Nouriel Roubini, chairman of Roubini Global Economics, told CNBC Wednesday.
http://www.cnbc.com/id/35078010
Market Trend has Turned Negative: Stock Picker
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
"We are market trend followers" and "we’re 100 percent in cash at the moment" because the trend has turned negative, said Graham Bibby, CEO and CIO of Richmond Asset Management. He shared his investment strategy.
http://www.cnbc.com/id/35098862
By: CNBC.com staff
Robert Prechter, president of Elliot Wave International, reportedly predicted the 1987 stock market meltdown.Now he's warning that we're in a new bear market — and this might be investors' last chance to get out while the Dow is in quadruple digits. Prechter explained his thinking to CNBC.
http://www.cnbc.com/id/35086130
Asia Stocks Rally Will Resume, Goldman Sachs, Credit Suisse Say
(Bloomberg) -- Asia’s stock market rally will resume after a “correction,” offering investors opportunities to increase holdings, Goldman Sachs Group Inc. and Credit Suisse Group AG said. Goldman Sachs will start “extending a toe into markets” and Credit Suisse advised investors to start buying shares when the MSCI Asia excluding Japan Index falls to about 420, or 7.2 percent below yesterday’s close. The gauge has lost 9.5 percent from an 18-month high on Jan. 11.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=apeDdwZoGvsI
S&P 500 Is on ‘Precipice,’ May Extend Drop: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The Standard & Poor’s 500 Index may extend its decline from the peak of the rally to 9.6 percent if a key support level is breached, according to the head of technical analysis at Mint Equities Ltd. The S&P 500 closed at 1,092.17 yesterday, 5 percent below the 15-month high of 1,150.23 on Jan. 19. If the benchmark gauge for U.S. equities breaches the level at 1,087 to 1,091, the next support is at 1,040, 4.8 percent below yesterday’s close, according to Mint’s Geoff Wilkinson.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aulBQGy08VKs
Emerging-Market RSI Says Buy as Stocks Drop: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Developing-nation stocks are poised to rally from the longest losing streak in a year as a momentum indicator signals gains for the first time since October 2008, said Johannesburg-based Imara S.P. Reid. The MSCI Emerging Markets Index’s 14-day relative strength index, or RSI, sank to 27.05 today, the lowest level since a reading of 22.3 on Oct. 27, 2008, when the steepest bear market in the index’s history ended. The RSI identifies possible turning points in indexes or securities by measuring the degree that gains and losses outpace each other in a given time period. A reading below 30 signals a possible rally, according to technical analysts.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=apjupe7i5UG8
Pound May Puncture Range, Rally Versus Yen: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Sterling may appreciate at least 15 percent against the yen after trading in a range since the end of August following a rally from a record low, according to Citigroup Inc., citing historical patterns. Over the past five months, the pound has formed descending peaks in the range of 139.32 yen to 153.26. An increase beyond the upper end would indicate “a push towards at least 167 is in the cards,” Citigroup technical analysts led by Tom Fitzpatrick in New York wrote today in a note to clients.
http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a2.8rNmTP6yY
The Bull Market has Turned, Take Profits: Investor
By: Robin Knight CNBC Assistant Web Producer
After correctly calling the stock market rebound after the lows of March 2009, Michael Browne, portfolio manager from Sofaer Global Research, is changing his bullish stance and selling stocks.
http://www.cnbc.com/id/35095722
Roubini: Asset Bubble Is Beginning Now
By: Antonia Oprita Associate Web Producer, CNBC.com
Withdrawing economic stimuli and tightening monetary policy are very difficult future policy choices, but something has to be done because asset bubbles have started to take shape, Nouriel Roubini, chairman of Roubini Global Economics, told CNBC Wednesday.
http://www.cnbc.com/id/35078010
Market Trend has Turned Negative: Stock Picker
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
"We are market trend followers" and "we’re 100 percent in cash at the moment" because the trend has turned negative, said Graham Bibby, CEO and CIO of Richmond Asset Management. He shared his investment strategy.
http://www.cnbc.com/id/35098862
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kalender Ekonomi & Event
Live Economic Calendar Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal