Tuesday, December 22, 2009

Daily Market Outlook of IHSG (JSX)

Market Review
Peran isu negatif yang melanda sejumlah saham unggulan seperti isu TLKM sempat menempatkan dana di Bank Century, isu desakan kepada Aburizal Bakrie untuk mundur sebagai Ketua Umum Golkar berkat isu tunggakan pajak, telah merontokkan harga saham TLKM dan BUMI, diikuti terkoreksinya sejumlah indeks saham regional Asia dan aksi profit-taking oleh investor menjelang liburan panjang di akhir pekan (BEI tutup 24-25/12) dan tutup akhir tahun. Memanasnya isu politik saat ini dari kasus Bank Century, setelah Pansus Angket memanggil sejumlah mantan pejabat BI hari ini dan berencana memanggil Wakil Presiden Boediono besok, meski Presiden SBY akhir pekan lalu mendukung aktifnya kembali Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, meredam desakan penon-aktifan kedua pejabat teras pemerintah tersebut. IHSG terpuruk 78,187 poin (-3,12%), di 2.431,389, transaksi tercatat Rp 4,36 triliun, penurunan terbesar diantara bursa dunia. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 401 miliar kemarin.

Indeks saham MSCI Asia Pasific menguat untuk pertama kali dalam 3 hari terakhir, karena saham produsen komoditi menguat mengikuti kenaikan harga minyak, tembaga dan emas dan prediksi keuangan Qantas Airways Ltd. Saham Qantas Airlines Ltd, BHP Billiton Ltd, Nippon Oil Corp, AU Optronics Corp Jepang melejit kemarin. Membaiknya ekspor Jepang di bulan November (-6.2% y/y) dan imbas pelemahan yen Jepang, ikut menopang kinerja saham Nikkei 225 Jepang dan Asia secara keseluruhan.

IHSG Outlook
Memburuknya prospek IHSG jangka pendek didukung oleh memanasnya situasi politik dalam negeri akibat kekhawatiran kasus Bank Century yang berlarut-larut (Pansus Angket memangggil sejumlah pejabat BI hari kemarin dan Wapres Presiden Boediono hari ini) sehingga dapat mengganggu kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II dan mengganggu perekonomian nasional, meski imbauan untuk menon-aktifkan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani tidak disetujui oleh Presiden SBY. Isu negatif dari kasus Bank Century meluas ke PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang diisukan sempat menempatkan dana di Bank Century, merontokkan harga saham TLKM (-5,94%) setelah investor melakukan aksi profit-taking. Sejumlah isu negatif dari saham grup Bakrie yang kian terpuruk seperti isu penunggakan pajak PT Bumi Resources Tbk (BUMI), right issue PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), ikut bebani kinerja IHSG. Imbas pelemahan rupiah terhadap dolar, berkat meningkatnya permintaan dolar di akhir tahun, pelemahan mata uang regional Asia dari ekspektasi pemulihan ekonomi AS yang kuat dapat mendorong spekulasi kenaikan suku bunga di semester 1 2010, telah menurunkan daya tarik untuk saham dan komoditi sejak akhir pekan lalu.

Stock Picks: Average last 25 week +110,75%. Target 10 - 30%, Risk < -10%
Hold Buy: BMRI 4.525/ASII 34.050/UNVR 11.100/MNCN 215/BSDE 870 /ANTM 2.150/INDF 3.300/GGRM 20.050/UNTR 15.200/HEXA 3.050/ PGAS 3.875/SMGR 7.300/INTP 12.800 /SMCB 1.530/LSIP8.500/INKP 1.740/ BBTN 810/BUMI 2.300/TLKM 9.950/ ADRO 1.750/ASRI 109/SGRO 2.675/ BKDP 135. Buy on weakness (Sesi 1): BTEL/BNBR/BBRI/INDY/SGRO/INCO

Stock Picks:
# AALI: Hold target Rp 24.350 # BRNA: Hold target Rp 700

Global Outlook
Indeks saham regional Asia dan Wall Street diperkirakan akan mendapatkan momentum technical rebound hari ini, setelah kekhawatiran terhadap sejumlah isu negatif seperti spekulasi kenaikan suku bunga AS di pertengahan tahun depan, mahalnya valuasi saham global di tengah krisis fiskal dan prediksi bank sentral Eropa bahwa kerugian akibat kredit macet di tahun 2010 akan meningkat 256 miliar euro, dapat diredam oleh kenaikan harga komoditi (minyak mencapai tertinggi $ 74,20, emas $ 1.109.60) dan Morgan Stanley meningkatkan rating Alcoa Inc menjadi “overweight”, Barclays Plc menyatakan saham Intel Corp relatif murah hingga rekomendasi Goldman Sachs Group Inc untuk membeli saham Mosaic Co dan Potash Corp. Meski penguatan dolar AS yang mendekati level tertinggi 3-bulan terhadap euro di tengah percepatan pemulihan ekonomi dan kekhawatiran sejumlah negara di Eropa mungkin kesulitan untuk membayar hutang mereka, dapat membatasi momentum reboundnya saham global. Perkiraan sejumlah data ekonomi AS pekan ini, akan menunjukkan kenaikan dari periode sebelumnya (GDP Q3 revisi, Existing Home Sales, Personal Spending, Jobless Claims, U Michigan sentiment) dan prediksi Confederation of British Industry bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris akan meningkat 1,2% di tahun depan, dapat menopang kinerja indeks saham global di awal pekan ini.

Technical Analysis:
IHSG menunjukkan signal negatif dari pola two crows (indikasi bearish continuation), ditutup dibawah di atas trendline support di 2.431 dan dibawah 5/10/20 day MA, diikuti indikator ADX terkoreksi (indikasi momentum penurunan yang lemah) MACD bullish, stochastic crossing down meski masih di teritorial bullish, seharusnya menunjukkan potensi technical rebound hari ini. Trend bullish dapat berlanjut jika IHSG ditutup harian diatas 2.431 (channel support), masih berpeluang ke target 2.452 /2.472 (38.2% FR 2542-2370). Hitungan EW: formasi diagonal triangle telah menunjukkan wave koreksi B telah selesai, saat ini berada dalam proses wave koreksi C dalam subwave i, mendorong perkiraan potensi penurunan lebih lanjut selama berada di bawah 2.547 (diagonal resistance)/2.500 (61.8 FR). Hold sell on rally 2.491-2.530, target 2.370/2.250 stop diatas 2.560, buy break 2.560 target 2.575/2.620. Perkiraan Range: 2400-2475.
Resistance : 2546.07/2517.40/2488.73/2470.38. PP 2452.04
Support : 2423.37/2394.70/2376.35/2358.01
www.strategydesk.co.id
www.universalbroker.co.id (PT. Universal Broker Indonesia Tbk: TF)

No comments:

Post a Comment

Kalender Ekonomi & Event


Live Economic Calendar Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal