Friday, February 12, 2010

Track Record Saham IHSG PT Universal Broker Indonesia Securities (TF): Periode 17 Juni 2009 - 12 Feb 2010 = 32 Pekan

Tambahan Posisi Hari ini (12/02): BIPI/PLAS/CNKO/COWL/BKDP/BCIP/ITMG/UNTR/BMRI/DOID/ SMCB/KLBF/ADRO/INDF

Survive untuk pekan ke-2 (dari krisis Yunani) IHSG -10,856 poin sejak awal pekan (-0.4%; 2.507.751 kemarin). Pekan ini: Return UBI Top 36 = +149.92% = +4.862%/saham.

Average 124.109% (31 Pekan) + 4.862% (total +149.92% dari 36 Saham Pilihan Pekan ini: 08-12 Feb 2010) = Total 128.971% (Profit: 31 Pekan / Loss: 1 Pekan; Profit dalam 14 Pekan terakhir; sebelumnya 14 pekan lalu 18 pekan berturut-turut Positive Return) = Average 4.030%/Week. Outperform IHSG ditutup di 2.534.137 (+15.637 poin = +0.62%) pekan ini & dalam 32 pekan = +44.88% (IHSG Range 757 poin: 1,750-2,534); Average 1.4%/week.

Track Record (08 - 12 Feb) = +149.92% (26 + 10 = 36 saham pilihan) = 6.435% + 3.29% = 9.725% : 2 = Average +4.862%/saham

Total Trading (12/02): Profit: 9 saham; Loss 0; Break Even: 1 saham
Total Trading (08-11/02): Profit: 20 saham; Loss 4 saham; Break Even: 2 saham

Posisi 13 saham (12/02): BIPI -/PLAS (1.000) +7.0%/CNKO (61) +18.03%/COWL (365) +24.65%/BKDP (133) +1.50%/BCIP - /ITMG (29.950) +3.0%/UNTR (16.050) +3.0%/BMRI (4.350) +1.72%/DOID (1.680) +1.78%/SMCB (1.660) +1.20%/KLBF (1.600) 0%/ADRO (1.820) +1.09%/INDF (3.600) +1.38%. Total Return = +64.35% : 10 saham = 6.435%/saham

Posisi 26 saham(08 & 09 /02): ELTY +2.17%/DOID -0.05%/BSDE 0/ADRO +1.67%/BUMI -2.12%/ASII +3.03%/TLKM +0.05%/SMCB +5.06%/KLBF +8.2%/ITMG +2.5%/GGRM +2.0%/MEDC +3.37%/ATPK +5.8%/ASRI -1.4%/SMGR +3.24%/BBCA +3.9%/PTBA +3.3%/HMSP +2.32%/COWL -1.0% SGRO +2.94%/AGRO +4.96%/BMRI +0.05%/BIPI +32.14%/BCIP +3.33%/BKSL 0%/INDF +0.07%. Total Return = +85.57% : 26 saham = +3.29%/saham

(Closing 04/02; 10 saham): ASRI +17,2%/BCIP +5,4%/DOID +3,8%/BBTN +4,8%/KLBF +1,9%/BMTR +4,0%/COWL + 14.6%/ATPK+2,0%/CFIN 0%/INKP 0% = 53.7%
(Closing 05/02; 20 saham): BUMI -3.3%/BSDE +4.4%/BMRI -3.7%/ADRO 0%/SDRA -5.45%/DEWA -4.8%/BTEL -5.9%/BBRI -2.0%/SMCB +3.1%/TLKM -2.1%/PGAS -0.675%/BKDP +3.1%/HEXA +4.8%/UNTR -2.4%/ANTM 0%/INDF 0%/HMSP +1.14%/BVIC -2.7%/KIJA -2.5%/BWPT -3.3% = 22.23%.

Track Record (23 - 29 Januari 2010):
PGAS +2.7%/BBTN +8.0%/BMTR +4.1%/BUMI +1.0%/BISI -0.6%/CTRA 0%/DOID +4.6%/UNTR +3.0% /DILD -1.1%/BKSL -3.2%/ MPPA 6.0%/KLBF +8.4%/ASII +7.4%/MAPI +4.2%/ELTY 8.1%/BHIT -10%.

Track Record (14 - 22 Januari 2010):
BNBR -6,4%/TLKM -0,53%/BSDE +4,76%/ELTY +2%/UNTR -0,57%/INKP 0%/HMSP +13,8%/CTRP -3,44%/SMCB +4,24%/DOID +12,5%/BUMI -3,60%/SMRA +6,25%/ASRI -2,54%/SDRA -5,7%/TRUB -9,7%/INDY 2,91%/MAPI +4,76%/RALS +8,0%/ASGR +7,5%/BCIP -9.5%.2

Track Record (05 - 12 Januari 2010)

BUMI +17,2%/BBCA +1,9%/BMRI -1,5%/BBRI 0%/SGRO 7,0%/ ASII -0,14%/AALI 5,0%/INKP +19,8%/JSMR +1,6%/INDF +3,33%/HMSP 13,3%/HEXA +19,2%/TLKM -1,04%/CSAP -9.5%/TINS +6,8%/ANTM +2,15%/INCO +1,9%/UNTR +12,5%/PTBA 1,1%/ADRO +12,5%/DOID -2,3%/CTRA +24,5%/BSDE -1,1%/TBLA 5,33%

Track Record Periode 17 Juni - 30 Des 2009 lainnya bisa dilihat di blog (globalmarketstrategist.blogspot.com).
Disclaimer On.

Forex: Kondisi Teknikal Yang Oversold Batasi Potensi Penurunan Euro & GBP

EUR-USD
(-50p) Euro menunjukkan signal negatif dari indikasi pola candle two crows (signal bearish continuation), masih berada di bawah 1.3838 (channel top) dan 5 & 20 MA menunjukkan crossing down, volume meningkat, breakout support line triangle didukung indikator ADX flat (momentum penurunan menguat), stochastic oversold, MACD bearish, seharusnya membatasi potensi kenaikan. Trend Euro bearish jangka pendek dan jangka menengah. Hitungan EW menunjukkan formasi bulish reversal dalam koreksi a/4- C/X selama tidak menembus 1.3855 target extend ke 1.3580 (138.2 FR)/1.3425 (161.8 FR). Buy 1.3580 & buy break 1.3720 target 1.3850 stop 50p, 1.3450 target 1.3750, sell 1.3760 target 1.3600 stop 30p.
USD-JPY
USDJPY memberikan signal negatif dari pola candle bearish harami (momentum penurunan terbatas) dan ditutup di atas 5-day MA (89.54) menunjukkan pola konsolidasi. Indikator ADX meningkat (momentum kenaikan melemah) MACD bearish, stochastic crossover, mendukung perkiraan potensi kenaikan terbatas. Hitungan EW menunjukkan USDJPY berada dalam wave impulse v/3 dalam C, seharusnya mengarah penurunan ke target 88.50/87.50 selama gagal ditutup diatas 90.05. Resistance 90.60/91.20, support 89.20/88.60. hold Buy 89.90 target 90.60 stop 80p, buy 89.50 target 91.00 stop 30p, sell 91.00 target 90.00 stop 50p, sell 92.00 target 91.00 stop 50p. Buy 88.70 & 89.20 target 90.00 stop 30p. buy 88.00 target 90.00.
GBP-USD
(+120p; closed buy 1.5570) GBP menunjukkan pola candle bullish harami (momentum penurunan terbatas), berada di bawah channel top 1.5805, 5 & 20 MA menunjukkan crossing down, didukung indikator ADX terkoreksi (momentum jual mereda), stochastic crossover & oversold, MACD bearish, menunjukkan potensi kenaikan terbatas dan mendukung strategy sell on rally dikisaran 1.57-1.58. Hitungan EW menunjukkan kegagalan mencapai 61.8% FR di 1.6474 mendorong berakhirnya v/c dalam B untuk proses 5/3 dalam koreksi C untuk target 1.5580/1.5475. Sell 1.5760 target 1.5600 stop 30p, sell 1.5900 target 1.5700 stop 30p, buy break 1.5775 target 1.6000 stop 30p. Buy 1.5480 target 1.5750 stop 50p, sell 1.5800/1.5850 target 1.5600 stop 50p, buy 1.5600 target 1.5750 stop 50p.
AUD-USD
AUD menunjukkan signal positif dari indikasi pola candle long bullish candle (momentum kenaikan menguat) dan ditutup diatas channel top 0.8865, didukung ADX terkoreksi (momentum kenaikan mereda), MACD bearish & stochastic crossing up mendukung perkiraan penurunan terbatas dan mendukung strategy buy on weakness. Pola head & shoulder & triple top daily membebani kinerja AUD. Hitungan EW menunjukkan wave koreksi 4 dalam C untuk target 0.8910 (76.4% FR)/0.8990. Resistance 0.8920/0.8990, support di 0.8569 (FR 138.2)/0.8770. sell 0.8920 target 0.8820 stop 50p. Buy 0.8820 target 0.9030 stop 40p, sell 0.9030 target 0.8800 stop 30p, buy break 0.8740 target 0.9000 stop 30p, buy 0.8630 target 0.9000 stop 50p, sell break 0.8750 target 0.8630.
PT Harumdana Berjangka Jakarta Indonesia

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 12-02

Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berpeluang menguat menuju Rp1.500 dalam jangka pendek. Realisasi investasi perseroan di bidang usaha petrokimia senilai US$300 juta dalam waktu dekat akan menjadi momentum kenaikan harga BRPT. Investasi tersebut dilakukan anak usahanya, yakni PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Tbk.

Petronas, perusahaan minyak asal Malaysia disebit-sebut oleh beberapa pelaku pasar berniat mendirikan perusahaan patungan (joint venture) dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Terkait itu, harga AKRA berpotensi naik menuju Rp1.400 dalam jangka pendek. Selain itu, rencana perseroan mengoperasikan terminal bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 250 ribu kl pada awal Maret 2010 juga bakal berdampak positif.

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan mengawali perdagangan Jumat akhir pekan ini dengan stabil. Namun koreksi terus mengintai IHSG. Pada perdagangan Jumat (12/2/2010), IHSG dibuka menguat tipis 3,1 poin (0,12%) ke level 2.510,851. Sementara nilai tukar rupiah dibuka stabil di level 9.375 per dolar AS.IHSG tertahan penguatannya seiring melorotnya saham Telkom (TLKM) sebesar Rp 100 menjadi Rp 8,650.Bursa-bursa regional bergerak menguat, dengan Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan menguat 74,61 poin (0,75%) ke level 10.038,60. Indeks Hang Seng dibuka naik 21,89 poin (0,11%) ke level 20.312,48.

Sebanyak 5-7 perusahaan akan segera menerbitkan obligasi dengna nilai antara Rp 10-15 triliun pada tahun 2010 ini. Mereka terpantau telah masuk dalam daftar pemeringkatan yang dilakukan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Selain itu, terdapat pula lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang juga siap keluarkan obligasi, dengan nilai masing-masing Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Century Vs Politisasi Pajak
Detik–detik menjelang berakhirnya masa kerja Pansus Century, suhu politik di Indonesia makin panas. Bola liar Century tak hanya siap menebas pejabat pemerintah yang diduga terlibat, tetapi juga membidik seterunya yang dianggap ‘pengkianat’ koalisi pemerintah.

Bakrie Sumatera Masuk Bursa Berjangka
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) akan menjadi pembeli minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar fisik Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Perseroan membutuhkan CPO untuk pabrik oleokimia sebanyak 1.500 ton per hari, sedangkan produksi saat ini hanya sekitar 833 ton per hari.

AKUISISI ELNUSA DITARGETKAN TUNTAS MARET, Laba Benakat Bakal Melonjak 1.986%
Laba bersih PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) tahun ini diperkirakan bakal melonjak hingga 1.986% menjadi Rp 296 miliar dibanding perkiraan akhir 2009 sebesar Rp 14 miliar. Akuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) akan menjadi salah satu pemicu pertumbuhan laba tersebut.

Bursa Persoalkan Akuisisi Elnusa
Benakat tidak melaporkan rencana pembelian Elnusa di dalam prospektus IPO-nya.

XL Untung Rp 1,7 Triliun
PT XL Axiata Tbk (EXCL) tahun lalu membukukan peningkatan laba bersih sudah diaudit sebesar 11.493% menjadi Rp 1,70 triliun dibanding tahun sebelumnya rugi bersih Rp 15,1 miliar. Kenaikan itu ditopang pertumbuhan pendapatan dan laba kurs.

Rights Issue AKRA Berlebih 17%
Sekitar 99,9% pemegang saham AKRA mengeksekusi hak rights issue itu.

BEI Pertanyakan Langkah APOL Menjamin Kredit Pemegang Saham
BEI akan memanggil manajemen APOL.

Berharap Wajah Baru Usai Hajatan
Hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk melunasi utang ENRG.

Economic: Pendapatan Per Kapita RI Naik Rp6,8 Juta
BPS mengungkapkan, pendapatan per kapita Indonesia periode 2007 hingga 2009 naik Rp6,8 juta, dari Rp17,5 juta (US$1.938,2), lalu meningkat Rp21,7 juta pada 2008 dan menjadi Rp24,3 juta pada 2009. Dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi 4,5% pada 2009, nilai GDP Indonesia secera keseluruhan tahun lalu mencapai Rp2,177 triliun. Semua sektor ekonomi bertumbuh dengan pertumbuhan tertinggi pada ektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 15,5%, diikuit sektor listrik, gas, dan air bersih 13,8%, menurut Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik BPS Slamet Sumanto.

Economic: Target Inflasi Tahun Ini Naik Jadi 5,5%-5,7%
Pemerintah akan mengubah target inflasi yang dipatok dalam APBN 2010 sebesar 5% menjadi 5,5%-5,7%. Pemerintah mengajukan asumsi inflasi yang lebih tinggi ini ke DPR dalam APBNP2010.

Economic: PHEI Tetapkan Harga Wajar Seluruh Obligasi 2010
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) atau PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) baru bisa menetapkan harga pasar wajar (fair price) untuk seluruh obligasi korporasi yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2010. Sampai saat ini, IBPA telah menetapkan harga wajar kepada 190 seri obligasi korporasi dari 220 seri yang tercatat.

Economic: Obligasi Korporasi Rp 10-15 Triliun Siap Hadir di 2010
Sebanyak 5-7 perusahaan akan segera menerbitkan obligasi dengna nilai antara Rp 10-15 triliun pada tahun 2010 ini. Mereka terpantau telah masuk dalam daftar pemeringkatan yang dilakukan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).Direktur Pefindo Salyadi Saputra menytakan selain itu, terdapat pula lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang juga siap keluarkan obligasi, dengan nilai masing-masing Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

BUMI: Cari Dana US$500 Juta
PT Bumi Resources Tbk menjajaki dua opsi pendanaan senilai US$500 juta termasuk penerbitan obligasi tukar untuk membiayai ekspansi bisnis tahun ini. Seorang eksekutif Bumi mengatakan produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional itu masih menjajaki dua opsi yakni menawarkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau menerbitkan obligasi tukar.

UNSP: Masuk Bursa Berjangka
PT Bakrie Sumatera Plantationts Tbk (UNSP) akan menjadi pembeli minyak sawit mentah (crude palmn oil) di pasar fisik Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Perseroan membutuhkan CPO untuk pabrik oleokimia sebanyak 1.500 ton per hari, sedangkan produksi saat ini hanya sekitar 833 ton per hari.

BIPI: BIPI Bakal Melonjak 1.986%
Laba bersih PT Benakat Petroluem Energy Tbk (BIPI) tahun ini diperkirakan bakal melonjak hingga 1.986% menjadi Rp296 miliar dibanding perkiraan akhir 2009 sebesar Rp14 miliar. Akusisi 37,15% saham ELSA akan menjadi salah satu pemicu pertumbuhan laba tersebut. Elnusa akan mengontribusi sekitar 30% terhadap total laba bersih perseroan.Perseroan memproyeksikan PT Elnusa Tbk bisa memberi kontribusi sebesar 30% dari total laba bersih pada tahun ini, setelah membeli 37,15% saham dari PT Tridaya Esta (TDE). Dirut Benakat menuturkan laba bersih perseroan pada tahun ini tanpa memperhitungkan Elnusa sebesar Rp225M, dan pendapatan sebesar Rp1,7 T.

INDY: Indika Finalkan PInjaman JBIC
PT Indika Energy Tbk memfinalisasi pinjaman dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) guna mendanai pembangunan pembangkit listrik yang akan dijalankan oleh anak usaha perseroan, PT Cirebon Electric Power.

BBNI: Dana kemitraan capai Rp102,7 miliar
BBNI terus memperkuat pembiayaan lewat kredit kemitraan kepada kelompok usaha dengan pola kluster. Sampai saat ini, penyaluran kredit kemitraan BBNI untuk enam kluster yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai sebesar Rp102,7 miliar .

NISP: Lirik Subdebt
PT Bank OCBC NISP Tbk berencana menerbitkan subdebt tahun ini. Langkah itu dilakukan untuk menjaga rasio kecukupan modal CAR tetap di posisi 17%. Menurut Komisaris Bank OCBC NISP Pramukti Surjaudaja mengatakan, langkah penguatan modal akan dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kredit yang jauh lebih tinggi dari tahun lalu. Namun, perseroan belum bisa menyebutkan berapa nilai subdebt yang akan diterbitkan. Pihaknya optimis bisa mencapai target kredit 15%-25%.

INCO: Targetkan Belanja Modal US$257,7 Juta
INCO menargetkan belanja modal sebesar US$257,7 juta atau sekitar Rp2,577 triliun tahun ini. Belanja modal tersebut, termasuk untuk penyelesaian fasilitas pembangkit listrik tenaga air ketiga di Kareebe, Sulawesi Selatan.

ITMG: ESDM Minta Menhut Segera Terbitkan Izin Tambang Jorong
Kementerian ESDM berharap Kementerian Kehutanan segera menerbitkan izin pinjam pakai lahan tambang Jorong milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Hal itu penting untuk mengamankan pasokan batubara PLN.

INCO: Laba Inco Tergerus Separuh
Laba bersih PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) pada 2009 tergerus hingga lebih dari separuh menjadi US$170,42 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya US$359,32 juta menyusul penurunan volume produksi. Perseroan mencatat produksi nikel dalam matte pada sepanjang tahun lalu turun 7% menjadi 67.329 ton dari sebelumnya 72.400 ton. Penjualan nikel perseroan juga turun dari 74.000 ton menjadi 67.782 ton, dengan harga realisasi rata-rata sebesar US$11.227 per ton, turun dari sebelumnya US$17.724 per ton.

IPO: Bank Jabar IPO 800 Miliar
PT Bank Jabar Banten (BJB) segera mendapat dana segar Rp 1 triliun tahun ini. Likuiditas itu berasal daripelepasan saham ke IPO sekitar Rp800 miliar serta setoran dari pemegang saham sebesar Rp200 miliar. Rencananya, sekitar Juni atau akhir 1H, perseroan akan melantai di bursa. Realisasi itu molor dari rencana awal yang diharapkan pada semester tahun lalu.

Intiland Luncurkan 'ID Homes'
Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk meluncurkan ID Homes, sebuah divisi usaha baru di bidang perumahan. Usaha ini bernaung di PT Intiland Esperto.

PT Medco Energy International Tbk (MEDC) melaporkan pemboran yang dilakkan di dua blok Rimau Psc belum mendapatkan hasil walaupun pada Januari lalu telah dilakukan penanjakan pada sumur Raut 1.

PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan China untuk berinvestasi dalam pembangunan power plant kapasitas 125 MW.

PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) melaporkan telah menyelesaikan penerbitan obligasi US$100 juta melalui private placement di luar negeri pada 10 Februari 2010 lalu.

Sumber: Bloomberg, INilah.com, Investordaily, Detikfinance.com (market Flash), Kontan

Update Daily Investment News

[Dow Jones] China will raise the reserve requirement ratio for banks by 50 basis points, central bank says in statement late Friday; move to take effect Feb. 25. The hike comes just one month after previous increase in the ratio, which limits amount banks can lend; after increase, major banks will have to keep 16.5% of their deposits on reserve. While further tightening has been expected, the hike comes sooner than many analysts had forecast. Timing of move, falling on Friday evening immediately before Lunar New Year holiday, is likely intended to limit negative market reaction.

China's hike in reserve requirements Friday may well undo any good work the EU might have achieved with its pledge about Greece Thursday. As CMC Markets warns: "The PBOC move risks eroding any stabilization emerging in global equities of the EU's pledge to support Greece." Add to this the rise in the US/German bond yield differential to a new 2 1/2 year high and the case for a USD rally gets even stronger. "This bolsters our case that improving US yield differentials will further boost the USD into end of quarter," CMC adds.

EUR/USD has breached last week's 8 month low of 1.3585, the downtrend has resumed and the next target is 1.3420 says Barclay's Capital. Topside, only a close above 1.3775 will alleviate this negative outlook says the bank. EUR/USD now at 1.3555.

The European Union's official statistics agency Eurostat Friday said the euro zone's combined gross domestic product rose by 0.1% from the third quarter, but was down 2.1% from the final three months of 2008. In the third quarter, GDP rose by 0.4%.

Where to Park Your Money in Year of Golden Tiger
By: Sara Grosse Assistant Producer, CNBC Asia
They say a leopard never changes his spots, but can a tiger change his stripes?
The year of the golden Tiger seems to point in that direction.According to the Chinese zodiac, it is a year traditionally associated with massive changes and volatility. But what does that mean for investors? Combining the traditional Chinese practice of predicting fortunes through dates, or feng shui, along with current market trends, CLSA recently launched its annual Feng Shui Index report to see what 2010 holds for equities, commodities and property.

http://www.cnbc.com/id/35324843/

Emerging-Market Stock Funds Post Outflows on Greece
(Bloomberg) -- Investors pulled the most money from emerging-market equity funds in 19 months as Greece’s debt crisis escalated and the Federal Reserve laid the groundwork for exiting its record credit expansion.Outflows from emerging-market equity funds reached $2.9 billion in the week to Feb. 10, the highest since the period ended July 9, 2008, according to Cambridge, Massachusetts-based research firm EPFR Global in an e-mailed release.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=abqKFblks5MUTreasuries Head for

Philippines Stock Index Is on Lower ‘Trend’: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The Philippine Stock Exchange Index will extend declines and stay below its 50-day moving average as charts show “resistance” to a rebound, according to Abacus Securities Corp. The gauge is on a declining “trend” as the moving average is “still pointing downwards,” Abacus analyst Lawrence Gonzaga said in an interview. The index on Jan. 22 fell below its 50-day moving average for the first time since March last year, at 3,050. The measure may not surpass 3,000, near a 61.8 percent retracement of the drop from this year’s intraday high on Jan. 15 to the low on Feb. 9, he said, citing a Fibonacci number.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aMy7gc_ahmdQ

Copper May Drop to $5,810, Commerzbank Says: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Copper prices on the London Metal Exchange, up about 7 percent this week, may drop to the lowest level since October as gains are “corrective only,” Commerzbank AG said, citing trading patterns. The metal may fall to as low as the $5,810 a metric ton reached Oct. 2, after declining to less than the 200-day moving average of $6,068, London-based Karen Jones wrote in a research note yesterday. The contract traded today at $6,770.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=as08fZsBgiyc

Japanese Bonds Head for Weekly Gain on View Rates to Stay Low
(Bloomberg) -- Japan’s 10-year bonds headed for a weekly gain on speculation chronic deflation will encourage the Bank of Japan to keep its benchmark interest rate near zero when policy makers meet next week. Benchmarkyields were near the lowest level in two weeks before a report on Feb. 15 that economists said will show prices dropped at a faster pace in the final quarter of 2009 even as economic growth quickened. Bond futures dropped today as stocks advanced for second day after European Union leaders pledged to aid Greece.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a0vY57G3Ejxs

Treasuries Head for Weekly Loss Before Retail Sales, Confidence
(Bloomberg) -- Treasuries headed for their first weekly loss this year before government and private reports that economists said will show retail sales and consumer confidence are rising. Ten-year yields were near the highest level in a month after European efforts to end Greece’s budget crisis reduced demand when the U.S. sold a record-tying $81 billion of three-, 10- and 30-year debt this week. Asian stocks advanced for a fourth day as the Standard & Poor’s 500 Index was poised to snap a monthlong decline.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=ayp2ejij1Whw

China Will Delay Raising Interest Rates, Citic Securities Says

(Bloomberg) -- China’s central bank will hold off raising borrowing costs after consumer prices grew less than estimated in January, according to Citic Securities Co. Speculation about further tightening in the short term will ease, analysts led by Yu Jun wrote in a report today. China’s stock market is likely to fluctuate in the first half of 2010 as the withdrawal of stimulus policies weighs on liquidity and sentiment, according to the report. Citic had expected a rate increase as early as this month.

Australia Rate Pause May Be Short-lived as Jobs Surge

(Bloomberg) -- The biggest Australian jobs boom in five years may make it harder for central bank Governor Glenn Stevens to extend a pause in recent interest-rate gains.
Investors doubled bets the Reserve Bank of Australia will raise the overnight cash rate target by a quarter percentage point to 4 percent next month after a report yesterday showed employers added 52,700 workers in December, more than three times the 15,000 median estimate of 21 economists surveyed by Bloomberg News.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=azkHycr7lf9I

Keep Your Money on the Sidelines: MF Global Strategist
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
Stocks reversed their losses and traded higher on Thursday, as the dollar gained against the euro amid Europe debt worries. Where are the markets headed from this point? Tommy Williams, president of Williams Financial Advisors, and John Brady, senior vice president at MF Global, shared their outlooks.

http://www.cnbc.com/id/35351871

6 Picks to Buy on Dips: Strategists
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
Stocks wavered on Thursday as the market shrugged off an encouraging jobless report and news of a bailout for Greece. How should investors be positioned? Maury Fertig, chief investment officer at Relative Value Partners, and Ryan Detrick, chief technical strategist at Schaeffer’s Investment Research, discussed their market outlooks.

http://www.cnbc.com/id/35348158

China Economy Will Slow, Hurt Commodities, Faber Says

(Bloomberg) -- China’s economy will slow down “meaningfully” and may even be at risk of a “crash” because of the nation’s excess capacity and as loan growth slows, investor Marc Faber said.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a.yJy6cz_.8Y

U.S. Economy to Strengthen, Reducing Unemployment, Survey Says
U.S. Economy to Strengthen, Reducing Unemployment, Survey Says
(Bloomberg) -- U.S. unemployment peaked in October and will retreat through 2011 as the economy strengthens, according to economists surveyed by Bloomberg News. The world’s largest economy will grow 3 percent this year and next, more than anticipated a month ago, according to the median estimate of 62 economists polled this month. The jobless rate, which reached a 26-year high of 10.1 percent in October, will end the year at 9.5 percent.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aTvFFsF7c7_E

Thursday, February 11, 2010

IHSG: Faktor Sentimen & Teknikal Dukung Pola Konsolidasi

Market Review
Telah diantisipasinya data pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2009 (+4,5% y/y, 5,4% q/q) dan laporan penolakan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poors menolak menaikkan rating kredit RI karena potilisasi kasus Century, serta kian memburuknya sentimen untuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) setelah mendapatkan penolakan permohonan praperadilan kasus pajak, membebani kinerja IHSG dan akhirnya ditutup melemah dibawah 2.500. Meski IHSG gagal memanfaatkan imbas kenaikan saham regional Asia dan Wall Street, meski sempat menguat ke level 2.511,735 di awal sesi perdagangan, berkat laporan negara di zona euro akan membantu Yunani mengatasi defisit anggaran pada pertemuan pemimpin Uni Eropa hari ini. Aksi penjualan saham di sektor komoditi, property dan konsumer, berperan melemahkan IHSG. IHSG turun 6,047 poin (-0,24%), di 2.483,438, transaksi sebesar Rp 5,91 triliun. Investor asing bukukan net buy sebesar Rp 69,393 miliar dibandingkan net sell Rp
713,7 miliar (08/02), sehingga total net sell Rp 1,931 triliun di pekan ini.

Indeks saham MSCI Asia Pasific melanjutkan penguatan untuk hari kedua setelah pejabat Eropa mengatakan mereka mungkin membantu Yunani mengatasi defisit anggarannya, meredakan kekhawatiran gagal bayar surat utang pemerintah yang akan memukul pemulihan ekonomi global. Saham Nissan Motor Co, Komatsu Ltd menguat setelah data Machinery Orders Jepang menguat. Saham BHP Billiton dan Rio Tinto Group Group menguat berkat kenaikan harga komoditi. Meski kenaikan indeks Asia dibatasi oleh lebih rendah dari perkiraan data ekspor dan surplus perdagangan China. Indeks MSCI Asia Pasific menguat 0,3% ditutup di 115,02 kemarin.

IHSG Outlook
Momentum kenaikan IHSG di pekan ini masih relatif terbatas, berkat faktor eksternal yang negatif dari belum meredanya kekhawatiran terhadap krisis keuangan di Yunani (dapat meluas ke Spanyol dan Portugal) menjelang pertemuan pemimpin Uni Eropa hari ini, meski kemarin mendapatkan sentimen positif dari kemungkinan Jerman akan memberikan dana talangan kepada Yunani, kekhawatiran terhadap pernyataan Chairman Fed Bernanke semalam yang menunjukkan keinginan bank sentral AS menaikkan suku bunga discount di akhir tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan data ekspor (21% y/y) dan impor China (85,5 y/y%) bulan Januari, defisit perdagangan AS membengkak menjadi $ 40,18 miliar di Desember, serta analisa Goldman Sachs bahwa saham Asia mungkin melanjutkan penurunan dari kekhawatiran ekonomi Eropa mengancam kestabilan di pasar finansial, masih membebani kinerja IHSG dalam 4 pekan terakhir. Meski IHSG masih mendapatkan support dari kinerja pertumbuhan ekonomi RI kuartal
4 dan 2009 tercatat lebih baik dari prediksi ekonom (5,4% q/q, 4,5% y/y), didukung rendahnya inflasi, suku bunga yang rendah, cadangan devisa meningkat dan kinerja emiten di tahun 2009 yang solid, valuasi yang menarik (PER 12,5x) serta investor asing kembali cetak net buy kemarin.

Profit taking 23 stock pick today
Stock Picks:
# AGRO: # SOBI:


Global Outlook
Indeks saham regional Asia dan Wall Street diperkirakan akan mendapatkan support dari perkiraan pertemuan Negara Uni Eropa hari ini akan meredakan kekhawatiran terhadap defisit anggaran Yunani (Jerman akan memberikan dana talangan kepada Yunani) dan sejumlah perusahaan financial di AS memberikan sentiment positif kepada saham Wall Street, setelah Legg Mason melaporkan pengelolaan asset mencapai $ 679 miliar di bulan lalu dan Stifel Financial mencatat pendapatan lebih baik dari prediksi pasar. Sementara survey Bloomberg Professional Global Confidence Index menunjukkan keyakinan konsumen ekonomi global di bulan Februari anjlok (54,9 dari 66,6; mayoritas melihat kurang optimis terhadap saham dalam 6 bulan mendatang) akibat kekhawatiran terhadap kondisi keuangan sejumlah Negara Eropa yang dapat menganggu pemulihan ekonomi global, survey newsletter mingguan Investor Intelligence’s menunjukkan ekspektasi saham AS akan anjlok 10% atau lebih meningkat ke level tertinggi sejak September 1983 (39,8% hari Selasa dari 38,9%), riset Goldman Sachs melihat saham Asia mungkin melanjutkan penurunan dari imbas krisis di Eropa, hingga pernyataan Chairman Fed Bernanke yang berencana menaikkan suku bunga diskon untuk pinjaman ke bank-bank “belum lama ini” dan laporan pendapatan Sprint Nextel Corp dan Dean Foods Co menunjukkan penurunan kinerja, dapat membatasi momentum kenaikan indeks saham global yang berada dalam kondisi oversold, menjelang EU Summit, inflasi China, jobless claims AS hari ini.

Technical Analysis:
IHSG menunjukkan signal negatif dari pola candle daily shooting star (signal kenaikan terbatas), meski bertahan diatas 2.475 (161.8 fibonacci) & 2.511 (5 day MA) dalam pola downtrend channel. Kondisi tersebut didukung ADX terkoreksi (kekuatan penurunan mereda), stochastic crossing down, MACD bearish, menunjukkan indikasi kenaikan terbatas. Hitungan EW: extendnya wave koreksi c/4 seharusnya tidak akan melampaui 2.415 (21/12 low)/2.412 (150-day MA), potensi rebound untuk wave motive 1-5 target 2.530/2.557. Berdasarkan Analisa Gann, IHSG dapat capai 3.150 selama di atas low Nov 2009 di 2.233 hingga akhir Maret, target 3.450 di Juni jika diatas 2.650. Bila gagal ditutup di atas support target 1.500/1.800 di H2 2010. Hold Buy 2.450 &2.505 target 2.550, stop 2.410.
Resistance: 2527.19/2516.25/2505.32/2497.59. PP 2489.86
Support : 2478.92/2460.25/2452.52/2433.86
PT Universal Broker Indonesia Tbk (TF) Vol 384

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 11-02

Harga saham PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) berpeluang menuju Rp175 dalam waktu dekat. Perushaan ritel asal Jepang disebut-sebut tertarik membeli saham perseroan. Pasalnya, investor asing itu ingin investasi di bisnis ritel bangunan, seiring bangkitnya sektor properti di Indonesia. Belum lama ini, perseroan juga dikabarkan mendapatkan fasilitas kredit untuk membiayai ekspansi.

Harga saham PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) dikabarkan bakal diangkat menuju kisaran Rp250-280 dalam jangka pendek. Perseroan disebut-sebut oleh beberapa pelaku pasar menjadi target akusisi oleh perusahaan transportasi ternama. Selain itu, ada kabar perseroan mendapat pinjaman dari bank untuk menambah armada baru tahun ini.

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan tipis. Saham-saham yang kemarin terpuruk, hari ini mulai segar. Pada perdagangan Kamis (11/2/2010), IHSG dibuka menguat 7,793 poin (0,31%) ke level 2.491,231. Dalam 10 menit perdagangan, IHSG selanjutnya menguat 15,407 poin (0,58%) ke level 2.497,891.Sementara nilai tukar rupiah dibuka stabil di level 9.360 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 9.365 per dolar AS.Bursa-bursa regional juga mulai menghijau. Indeks Hang Seng mengawali perdagangan hari ini dengan menguat 227,49 poin (1,39%) ke level 20.199,71. Indeks Stratis Times dibuka naik 19,08 poin (1,22%) ke level 1589,20. Sementara Bursa Jepang sedang libur.Namun hadirnya emiten baru PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) diharapkan mampu membawa angin positif di lantai bursa.Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah tipis dalam volume perdagangan yang sangat tipis akibat badai salju. Pidato Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke direspons negatif dan menghapuskan sentimen positif yang datang dari masalah utang Yunani yang tampaknya akan segera dituntaskan. Harga minyak saat ini $ 74.85/barel, emas $ 1.078.55/troy ons.

BIPI Sempat Terkena Auto Reject di Hari Perdana
Kamis (11/2), hingga 10.04 WIB, BIPI bertengger di Rp 235 per saham, atau melesat 67,86%.Waran BIPI-W Naik 11.100%, Saham 67,85%. Harga waran BIPI-W terpantau mengalami kenaikan luar biasa hingga mencapai besaran 11.100%.

Nama Sri Mulyani disebut-sebut menjadi salah satu calon Gubernur Bank Indonesia yang sampai saat ini kosong setelah ditinggalkan Boediono. Namun Sri Mulyani membantah kabar tersebut.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) telah menghentikan produksi tambang Jorong lantaran tersandung masalah perizinan. Tambang Jorong ditargetkan memproduksi 2 juta ton tahun ini.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan menguasai perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berada di posisi pertama dengan total transaksi 27 lot atau 48 persen dari total transaksi CPO.

T XL Axiata Tbk (XL) berhasil mencetak laba sebesar Rp 1,7 triliun sepanjang tahun 2009 atau naik dibandingkan pencapaian 2008 dimana perseroan mengalami kerugian Rp 15,109 miliar. Peningkatan laba yang signifikan ini didukung oleh peningkatan pendapatan usaha perseroan sebesar 14% menjadi Rp 13,9 triliun sepanjang tahun 2009. EBITDA perseroan juga mengalami peningkatan 21% menjadi Rp 6,2 triliun dibandingkan pencapaian di 2008.

Saham Bakrie7 Anjlok Lebih dari 1%
Saham-saham Bakrie-7 terpantau lunglai jelang penutupan perdagangan saham sesi I siang ini.

Soros Tak Sepaham Soal Kebijakan Bailout
George Soros ikut mengkritik kebijakan bail out Bank Century. Kebijakan itu dinilai keliru dan salah besar. Kritik Soros ini objektif dan bisa menjadi pembelajaran.

PT PGN (Persero) sudah mendapatkan jaminan suplai gas untuk konsumennya, dari lapangan gas Lematang milik PT Medco sebesar 20 bbtu. Rencananya suplai gas dilakukan triwulan dua 2010.

PT PGN (Persero) masih membutuhkan suplai gas yang sangat besar guna menutupi besarnya demand gas kelompok industri, khususnya yang berada di daerah Jawa Barat (Jabar).

Saham PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, dibuka naik Rp 35 ke level Rp 175. Perseroan merupakan tamu ketiga BEI tahun 2010.Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, Kamis (11/2/2010), saham BIPI langsung naik sebesar Rp 35 ke level Rp 175 per saham.Benakat akan menerbitkan 11.500.000.000 saham baru atau setara dengan 38,24% dari jumlah saham setelah IPO. Dengan penetapan harga IPO sebesar Rp 140 per saham, Benakat akan memperoleh dana sebesar Rp 1,61 triliun.

Krisis ekonomi yang menghantam Eropa sejak pertengahan Januari lalu berimbas ke Indonesia. Salah satu dampaknya adalah, risiko investasi khususnya pada surat utang terbitan Indonesia mulai menanjak. Hingga kemarin (10/2), Credit Default Swap (CDS) Indonesia atau tingkat risiko gagal bayar utang berada pada angka 220,5. Angka ini naik 1,88% ketimbang posisi awal pekan ini (8/2), yang berada di kisaran 216,45. Bahkan, kalau dilongok sejak awal tahun ini CDS sudah naik 17%. Artinya, risiko gagal bayar instrumen utang terbitan Indonesia semakin meningkat. Padahal, angka normal CDS Indonesia di bawah 200.

Mandiri Usulkan Tiga Opsi Penjualan Saham
Bank Mandiri akan menunda penerbitan obligasi subordinasi US$ 300 juta.

Indika Beri Jaminan US$ 34 Juta Untuk Anak Usaha
Indika memberi jaminan untuk utang Cirebon Electric Power.

FIF Berencana Menambah Nilai Penerbitan Obligasi Menjadi Rp 1,5 Triliun
FIF yakin permintaan pasar terhadap obligasi mereka lebih besar dari perkiraan.

Komisaris Bantah Larikan Dana Optima
Konsep restrukturisasi dana nasabah KPD bakal tuntas akhir Februari ini.

Danareksa Incar Underwriting Obligasi Rp 20 Triliun
PT Danareksa Sekuritas menargetkan jasa penanganan emisi (underwriting) obligasi korporasi tahun ini senilai Rp 20 triliun. Angka itu sedikit lebih rendah dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 21 triliun.

Bakrie Telecom Akan Investasi US$ 200 Juta
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan menginvestasikan dana tahun ini senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Dana digunakan untuk membiayai pelayanan jaringan dan sisanya untuk sarana pendukung.

INCAR PEMBIAYAAN RP 13,5 TRILIUN, BCA Finance Tawarkan Kupon Obligasi Maksimal 11%
PT BCA Finance menawarkan kupon obligasi sekitar 8,4-11%. Perseroan akan menerbitkan surat utang dalam lima seri dengan nilai Rp 500 miliar serta obligasi subordinasi sebesar Rp 100 miliar .

XL Catat Laba Bersih Rp1,7 Triliun
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat pertumbuhan laba bersih akhir 2009 menjadi Rp1,709 triliun ketimbang 2008 yang merugi hingga Rp15,109 miliar.

Produksi CPO AALI Januari 2010 Turun 0,6%
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melaporkan produksi CPO pada Januari 2010 mengalami penurunan sekitra 0,6% dari 78.990 ton menjadi 78.524 ton

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menahan tingkat suku bunga penjaminannya setelah BI menahan tingkat BI Rate di level 6,5%. Sekretaris LPS Ahmad Fajarprana mengatakan, tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum tetap 7%, sedangkan untuk simpanan valas adalah 2,75%.

IPO Indofood CBP Sebelum 2011
INDF baru memperoleh persetujuan penggabungan kedua unit usahanya itu dari Ditjen Pajak.

Kinerja Bagus, NIKL Bagi Dividen 30%-40%
NIKL targetkan laba bersih di tahun 2010 tumbuh 121%.

Mencari Pasar Baru sembari Memacu Produksi
Meski penjualan 2009 di bawah prediksi analis, kinerja Adaro Energy di 2010 akan lebih bagus.

Economic: Konsumsi Pemacu Terbesar Ekonomi
Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 4,5%, melampaui target pemerintah yang dipatok 4,3%. Data BPS yang dirilis kemarin menunjukkan konsumsi rumah tangga memberikan sumbangan sebesar 2,8% terhadap pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Konsumsi pemerintah mamberikan sumbangan sebesar 1,3% dan pembentukkan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 0,8%, sedangkan sumbangan ekspor -4,8%.

Banking: Laba Perbankan Naik 47,7%
Industri perbankan selama 2009 tercatat membukukan laba setelah pajak sebesar Rp45,2T. Laba itu naik sebesar 47,7% atau Rp14,6 T dibandingkan dengan periode sebelumnya, meskipun ekspansi kredit menyusut. Berdasarkan data statistik perbankan Indonesia dari situs bank sentral disebutkan bahwa raihan laba perbankan per Desember 2009 paling banyak ditopang oleh pendapatan operasional. Pendapatan operasional mengalami kenaikan sebesar 13,7% atau sebesar Rp36,1 T menjadi Rp298,2 T. Keuntungan operasional ini ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp233,7 T atau naik Rp32 T.

Banking: Asbanda Targetkan Kredit Tumbuh 20%
Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menargetkan penyaluran kredit Rp264 triliun di tahun 2010. Target itu meningkat 20% dibanding posisi tahun lalu Rp220 triliun.

Economic: IPO BUMN Perkebunan Batal
Kementerian BUMN memastikan membatalkan rencana melepas saham perdana (IPO) PTPN III, PTPN IV, dan PTPN VII pada tahun ini. Sebelum sampai pada keputusan masuk bursa pemerintah akan melakukan pembenahan terhadap seluruh BUMN perkebunan terlebih dahulu dengan cara pengelompokan kembali (regrouping).

Economic: Rasio Utang 2010 Bisa Dibawah 30%
Rasio utang tahun ini berpotensi di bawah 30% karena Indonesia tidak mengalami masalah kesulitan fiskal, seperti di kawasan Eropa. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan, Anggito Abimanyu mengatakan, pemerintah telah memitigasi guna mengurangi dampak krisis keuangan yang terjadi di Eropa. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, rasio utang terhadap PDB pada 2009 mencapai 29%. Dari angka total utang pemerintah pusat mencapai Rp1.589,78 triliun, sedangkan PDB Rp5.401,640 triliun. Rasio tersebut merupakan yang terendah dalam kurun 9 tahun sejak 2000.

IPO: Benakat Finalisasi Akuisisi 37,15% Saham Elnusa
PT Benakat Petroleum Energy Tbk, tengah memfinalisasi akuisisi 37,15% saham PT Elnusa Tbk (ELSA). Perseroan akan membeli saham Elnusa milik PT Tridaya Esta dengan harga Rp330 per saham. Sebelumnya,Tridaya Esta menetapkan konsorsium Northstar Pacific dan Saratoga Capital sebagai penawar yang diutamakan (preferred bidder) dalam divestasi saham Elnusa. Namun, hingga kini penyelesaian transaksi akuisisi itu tidak jelas.

BSDE: Placement 2 Miliar Saham
Pemegang saham pendiri PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) segera mengurangi kepemilikannya dengan melepas 1,5 miliar hingga 2 miliar saham pada pekan depan. Dalam penjualan saham itu, BSDE menunjuk Macquarie Securities sebagai agen penjual.

BTEL: Akan Investasi US$200 Juta
BTEL akan mengunvestasikan dana tahun ini senilai US$200 juta (Rp2 triliun). Dana digunakan untuk membiayai pelayanan jaringan dan sisanya untuk sarana pendukung. Perseroan menargetkan penambahan jumlah pelanggan menjadi 14 juta tahun ini atau naik sebesar 33,33% dibandingkan jumlah pelanggan tahun lalu sebanyak 10,5 juta.

IPO: Ascension Borong 25% Saham Benakat
Ascension Limited, perusahaan investasi asal Singapura menjadi pembeli terbesar saham perdana PT Benakat Petroleum Energy Tbk setelah memborong 25% dari saham yang ditawarkan senilai Rp 400 miliar. Perseroan melepas sebanyak 11,5 miliar saham dengan harga Rp 140 per saham.

BMRI: Ajukan Tiga Opsi Penjualan Saham
BMRI berencana untuk melepas sebagian sahamnya guna menambah kepemilikan saham publik pada tahun ini. BMRI telah mengajukan tiga opsi penjualan saham tersebut kepada Kementerian BUMN, sebagai wakil pemerintah yang menjadi pemegang saham mayoritasnya. Tiga opsi tersebut adalah penawaran saham kedua (secondary offering), penjulana kepada investor strategis (private placement), dan kombinasi diantara kedua opsi tersebut.

ADMF: Adira Genjot Leasing
PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) akan memprioritaskan pembiayaan sewa guna usaha (leasing) alat berat bagi wilayah di luar Jawa dan Bali pada tahun ini. Direktur ADMF mengatakan perseroan masih pada tahap konsolidai internal untuk masuk ke segmen pembiayaan mengingat rencana tersebut membutuhkan persiapan yang baik.

BBCA: Kupon Bond BCA Finance Ditawarkan 8,4%-11%
PT BCA Finance menawarkan kupon obligasi III/2010 dan surat utang subordinasi I/2010 perusahaan senilai total Rp 600 miliar pada level 8,4%-11%. Obligasi perseroan mendapatkan peringkat idAA- dari Pefindo dan AA dari Fitch Rating Indonesia.

ANTM: Produksi Emas Ditargetkan 2,58 Ton
ANTM memproyeksikan produksi emas tahun ini sebanyak 2,58 ton dengan ekspektasi penjualan sebanyak 7,98 ton. Jumlah produksi ini di luar ekspektasi tambahan sekitar 500 kg dari tambang emas Cibaliung pada 2H10. Hingga 3Q09, Antam membukukan laba bersih Rp293 miliar atau turun 82% dibandingkan periode yang sama 2009.

INDY: Laba Kideco Terdongkrak 22%
Anak usaha PT Indika Energy Tbk, PT Kideco Jaya Agung selama 2009 membukukan laba bersih sebelum audit sebesar US$280 juta (sekitar Rp2,66 T) atau naik sebesar 22,05% jika dibandingkan dengan akhir 2008 sebesar US$229,4 juta. Vice President and Investor Relations INDY menuturkan salah satu penyumbang kenaikan laba bersih adalah meningkatnya volume produksi selama 2009 sebesar 24,7 juta ton dari tahun sebelumnya 22 juta ton.

ASII: FIF Tunjuk 4 Penjamin Emisi Obligasi
PT Federal International Finance (FIF) menunjuk 4 underwriter untuk membantu merealisasikan rencana perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun pada 2Q10. Mereka adalah PT Kresna Graha Sekurindo, PT Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekurities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Sumber: Bloomberg, Inilah.com, Kontan, Detikfinance.com (Market Flash), Investordaily

Update Daily Investment News

Asian Stocks May Extend Slump on Europe Concern, Goldman Says
(Bloomberg) -- Asian stocks outside Japan may extend this year’s slide as government deficits in Europe threaten stability in financial markets, according to Goldman Sachs Group Inc.The MSCI Asia Pacific Excluding Japan Index may lose another 5 percent to 10 percent, Goldman Sachs’s Chief Asian Strategist Timothy Moe told Bloomberg Television in Hong Kong today, picking South Korea to outperform the region because of attractive valuations. Morgan Stanley reiterated a prediction that the nation’s stocks will rise about 21 percent in a year.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a2ymxVZMXmiI

China’s January Loans Surge as Property Prices Climb
(Bloomberg) -- China’s lending surged to 1.39 trillion yuan ($203 billion) in January and property prices climbed the most in 21 months as banks extended more credit in anticipation of the government tightening monetary policy. Lending was more than in the previous three months combined, data released by the central bank on its Web site today showed. Inflation slowed to 1.5 percent from 1.9 percent in December, a separate report showed. That was less than the 2.1 percent median estimate in a Bloomberg News survey of 31 economists.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601087&sid=azbccrm9yOA8&pos=1

Australian Employers Add Most Jobs in Three Years
(Bloomberg) -- Australian employers added the most workers in more than three years in January, sending the currency surging on speculation the central bank will resume its record round of interest-rate increases.The number of people employed rose 52,700 from December, more than three times the 15,000 median estimate of 21 economists surveyed by Bloomberg News. The jobless rate fell to an 11-month low of 5.3 percent from 5.5 percent, the statistics bureau said in Sydney today.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601087&sid=akqjTp0Y9u1g&pos=4

Buy Franc Amid Dollar Rallies, BNP Says: Technical Analysis

Investors should sell the U.S. dollar against the Swiss franc amid greenback rallies with price charts showing the U.S. currency’s rise from its November low may be coming to an end, BNP Paribas SA said.The dollar’s 7.6 percent increase met resistance at 1.0795 versus the franc on Feb. 5, just shy of 1.0825, a level representing a 38.6 percent Fibonacci retracement of the greenback’s 2008-2009 decline, technicians including Andrew Chaveriat wrote in a report. The analysts expect the dollar to head for 1.05 after breaking near-term support at 1.0595.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aHCrgIUXMPng

Predictions of Stock Plunge Reach 26-Year High, Survey Finds

(Bloomberg) -- Expectations that U.S. stocks will tumble 10 percent or more rose to the highest level since September 1983, according to Investors Intelligence’s weekly survey of newsletter writers. The proportion of investment writers who anticipate a so- called correction climbed to 39.8 percent in the week ended yesterday, an increase from 38.9 percent in the period ended Feb. 2. Bullish publications fell to 34.1 percent, the lowest since March, from 38.9 percent.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aGKV408zWh04

S&P 500 Declines Limited After TRIN Spike: Technical Analysis
(Bloomberg) -- U.S. stocks may not fall much further after last week’s “capitulation,” according to technical analysts at UBS AG, who cited a spike in the so-called TRIN indicator.The New York Stock Exchange TRIN indicator, which stands for Trading Index and is also known as Arms Index as it was invented by Richard Arms, jumped to 3.4 last week, the analysts wrote. A sharp increase in the TRIN is “evidence of a high volume sell-off” and can be viewed as a “contrarian buying trigger,” according to Riesner and Mueller.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aVtPMuyrdubk

South Korean Equities to Fall on Economy: Technical Analysis
(Bloomberg) -- South Korea’s stock index may drop a further 11 percent within three months as a leading economic indicator falls from a 7 1/2-year high, LIG Investment & Securities Co. said. South Korea’s Kospi index may drop as low as 1,400 after losing 8.8 percent from its Jan. 21 high to 1,570.12 at yesterday’s close, said Chi Ki Ho, a technical strategist at LIG Investment. He said the Leading Index in January probably reached its highest since May 2002, and may fall in February.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=ameS7BLFeJ54

Aussie May Rise 7% on ‘Bullish Outside Day’: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Investors should buy Australia’s dollar betting the currency will gain more than 7 percent after holding above its 200-day moving average, Citigroup Inc. said. The so-called Aussie also formed a “bullish outside day,” on Feb. 9, Citigroup said. That’s a pattern that occurs when a currency dips below the intra-day low of the previous day and then rises above the previous high, signaling a possible rally.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a98gctiTAjjk

Crude Oil May Fall to $68.38 Next Week: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Crude oil for April delivery may fall to $68.38 a barrel as soon as the end of next week, according to technical analysis by Infinitytrading.com. The April contract, which becomes the front month on Feb. 23, is “consolidating below the 200-day moving average” of $74.84, Fain Shaffer, president of Infinitytrading.com, a commodities brokerage in Medford, Oregon, said in an interview.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aPCSRugac1hg

Soros Is ‘Confident’ Greece Will Stay in Euro Region

(Bloomberg) -- Billionaire investor George Soros, who made $1 billion in 1992 correctly betting against the British pound, said he expects Greece will be able to remain in the euro region.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aTfAhZrSrgcw

China May Return to Sugar Market After April, NAB Forecasts
(Bloomberg) -- China, the second-largest sugar consumer, may seek imports after April to top up stockpiles, according to the National Australia Bank Ltd. \

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a.mUO5amOat0

Hedge Funds Retreated 0.8% in January as Stocks Fell
(Bloomberg) -- Hedge funds retreated 0.8 percent in January following their best annual performance in six years, as concerns over financial regulations and the economic recovery weighed on global stock markets, Eurekahedge Pte said. The Eurekahedge Hedge Fund Index, tracking more than 2,000 funds, posted its first monthly loss in four last month, the Singapore-based research firm said in a preliminary report on its Web site dated yesterday.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a556Wc.EIapo

US, Europe Will All Default On Their Debt: Marc Faber
By: CNBC.com
The governments of every developed economy will eventually default on their sovereign debts, including the US, the UK and Western Europe, Marc Faber, editor of the Gloom, Boom & Doom report, told CNBC.

http://www.cnbc.com/id/35332965

Dow to Dip Near 8300-8400 Soon: Chief Investor
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
Stocks fell further on Wednesday after Federal Reserve Chairman Ben Bernanke outlined the Fed's exit strategy for its unprecedented economic stimulus measures. How should investors be positioned? Frank Holmes, chief executive and chief investment officer of U.S. Global Investors, and John Lekas, chief executive and portfolio manager at Leader Capital, shared their insights.

http://www.cnbc.com/id/35330133

HALFTIME REPORT: US Dollar, Commodities and Europe Driving the Market
By: Paul Toscano Producer, CNBC.com
On a day where markets are rattled by sovereign debt issues, yet encouraged that a European bailout of Greece may be imminent, markets have also reacted to domestic developments after Fed chairman Ben Bernanke's indication that a rate hike may be on the horizon, although losses have been paired.

http://www.cnbc.com/id/35333344

10% Market Rally This Spring: Investment Strategist
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
Stocks traded lower on Wendesday after a flat open. Is the pullback an opportunity for investors to get into the market? Paul Schatz, president at Heritage Capital, shared his insights.

Dow Can Reach 11,000 in Next Few Months: Market Pro
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
Stocks erased their losses on Wednesday as traders digested Ben Bernanke’s Fed exit strategy proposal. Are the markets still headed for a full-blown correction? Mike Rubino, president of Rubino Financial, and Scott Bileadeau, managing director of small- and mid-cap growth strategies at Fifth Third Asset Management, shared their market outlooks.

http://www.cnbc.com/id/35331919

Trader Talk: Bearish on Greece Bailout & Commodities

By: Robert Hum Markets Producer
Bob Pisani is off; this post was written by CNBC producer Robert Hum.
Stocks continue to be tethered to the outcome of a potential Greece rescue plan. Futures were up modestly, with European banks leading the way — up 3 percent to 4 percent — earlier this morning (Wednesday) on hopes that a rescue package may be announced later this week.

http://www.cnbc.com/id/35330087

Schroeder Recommends Shorting Commodity, China Stocks: Video Feb

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a0bYsUsSJcDQ

Wednesday, February 10, 2010

BUMI: Higher Reward Than Risk???

globalmarketstrategist.blogspot.com

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 10-02

PT Duta Graha indah Tbk (DGIK) melalui anak usahanya dikabarkan menggandeng Billiton Tourism Development Consortium (BTDC) untuk mengerjakan sejumlah proyek pariwisata dan perhotelan di Indonesia. Kerjasama itu akan dijadikan momentum kenaikan harga DGIK menembus Rp100 dalam waktu dekat. Selain itu, adanya kabar soal pembentukan joint venture antara perseroan dan perusahaan konstruksi asal Australia terkait proyek pertambangan emas dan batubara juga bakal berdampak positif.

Harga saham PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) dikabarkan berpeluang menuju Rp200 dalam jangka pendek. Grup Saratoga disebut-sebut oleh beberapa pelaku pasar akan menjadi salah satu pembeli siaga (standby buyer) right issue Sumalindo. Wacana tersebut telah disampaikan ketika perseroan menggelar seleksi pembeli siaga penerbitan saham baru tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2009 tercatat sebesar 4,5% (yoy). Sementara pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2009 tercatat 5,4%. "Ini berita gembira ini karena relatif tinggi," ujar Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik Slamet Sutomo di kantornya, Jakarta, Rabu (10/2/2010). Menurutnya, salah satu faktor pendukung pertumbuhan tersebut terkait adanya perbaikan ekonomi dunia. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi sebanyak 15,5%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak menguat di awal perdagangan hari ini, melanjutkan rebound di sesi akhir perdagangan kemarin. Pada perdagangan Rabu (10/2/2010) pukul 09.45 waktu JATS, IHSG tercatat menguat 7,656 poin (0,31%) ke level 2.497,141.Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.335 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.395 per dolar AS. Bursa-bursa regional juga bergerak menguat setelah kemarin indeks Dow Jones berhasil menembus lagi level 10.000.
Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan menguat 102,88 poin (1,04%) ke level 10.035,78. Indeks Hang Seng dibuka menguat 140,04 poin (0,71%) ke level 19.930,32. Pasar akan mengamati testimony Fed Bernanke nanti malam di Kongress dan pertemuan Uni Eropa mengenai krisis Yunani besok.

Miliuner asal AS George Soros menilai Indonesia telah berhasil melewati masa krisis 2008 yang berbahaya dengan sangat baik. Uang yang dikeluarkan pemerintah tidak sebanding dengan keberhasilan Indonesia melewati krisis. "Indonesia telah melewati masa sulit yang relatif lebih berbahaya dibandingkan uang yang harus digunakan," jelas usai bertemu dengan Wapres Boediono di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (10/2/2010). Dalam kesempatan tersebut, Soros ditanyai tentang kebijakan bailout Bank Century yang menjadi pro dan kontra saat ini. Menurutnya, untuk ke depan pemerintah harus memiliki aturan yang kuat di sektor perbankan sehingga bank dapat berjalan dengan baik dan tidak perlu lagi dilakukan bailout.

TELKOM BANTAH LABA BERSIH TURUN, Jasa Marga Untung Rp 900 Miliar
10/02/2010 09:18:32 WIB
Oleh Myrna Agata Riyanto

JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tahun lalu membukukan laba bersih belum audit sekitar Rp 900 miliar, naik 27% dibanding tahun sebelumnya Rp 707,8 miliar. Angka itu melampaui target yang dipatok perseroan sebesar Rp 750 miliar.

Permintaan SUN 256% di Atas Target
Penawaran yang masuk mencapai Rp 10,23 triliun.

Harga Timah Susut ke Zona US$ 15.000
Menyusutnya harga timah sejalan dengan terpuruknya pasar komoditas dunia.

Multistrada Bidik Pendapatan Rp 2 T
PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) menargetkan pendapatan tahun ini menembus Rp 2 triliun atau tumbuh 30% dibanding perkiraan akhir 2009 sekitar Rp 1,56 triliun. Target tersebut bakal ditopang oleh peningkatan produksi ban kendaraan, seiring pembelian mesin baru.

MENNEG BUMN SIAPKAN OPSI SECONDARY OFFERING DAN RIGHTS ISSUE, Bank Mandiri dan BNI Tambah Saham Publik
Kementerian BUMN akan menggelar penawaran umum kedua (secondary offering) saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Rights issue bertujuan untuk memperbanyak jumlah saham publik serta mendapatkan insentif pajak.

SAHAM NAIK 3,57%, PP Ekspansi Pembangkit dan Jalan Tol
PT PP Tbk (PTPP) akan ekspansi usaha dengan membangun sejumlah jalan tol dan pembangkit listrik tahun ini. Nilai proyek yang bakal digarap oleh perseroan mencapai Rp 7,4 triliun.

Economic: Pertumbuhan ekonomi 2009 Lampaui Target
Pemerintah memperkirakan perekonoman Indonesia pada 4Q09 bisa tumbuh di atas 5%, sehingga target pertumbuhan untuk tahun lalu yakni sebesar 4,3% bisa terlampaui. Proyeksi optimis tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan. Namun, dia tidak menjelaskan lebih terperinci faktor penyokong optimistis tersebut.

Economic: GDP 4Q Diprediksi Naik 4,9% YoY
Perekonomian Indonesia diprediksikan akan tumbuh sebesar 4,9% YoY pda 4Q, lebih cepat dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 4,4%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya investasi dan ekspor. Prediksi tersebut mengacu pada estimasi rata-rata 11 ekonom yang disurvei Dow Jones.

Economic: Investasi Harus Dipacu Genjot Ekspor Nonmigas
Pemerintah perlu meningkatkan investasi untuk mencapai pertumbuhan ekspor nonmigas tahun ini 7%-8,5%, sebagaimana tertera dalam target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai target yang dipatok pemerintah tersebut cukup moderat. Namun, target tersebut harus ditindaklanjuti melalui sejumlah upaya keras, terutama dari segi peningkatan investasi di dalam negeri.

PTPP: Hari Pertama Harga Saham Naik 3,57%
PT PP Tbk (PTPP) akan ekspansi usaha dengan membangun sejumlah jalan tol dan pembangkit listrik tahun ini. Nilai proyek yang bakal digarap oleh perseroan mencapai Rp7,4 triliun. PP bekerja sama dengan PT Krakatau Dya Listrik, anak usaha PT Krakatau Steel untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Cilegon berkapasitas 2X150 MW. PP akan menyerahkan modal senilai Rp3,3 triliun sesuai kepemilikan perseroan sebesar 49%. Sisanya adalah Krakatau Daya Listrik.

Sementara Harga saham PP menguat sebesar 2,57% dari level Rp 560 per saham menjadi Rp 580 per saham pada hari pertama pencatatan sahamnya di bursa, kemarin. Perseroan menargetkan kenaikan laba bersih hingga 120% menjadi Rp 358,6 miliar dibandingkan dengan perolehan tahun lalu sebesar Rp 163 miliar. (bisnis/uth)

INDF: Siapkan IPO Anak Usaha
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tengah menyiapkan rencana IPO saham PT Indoffod CBP Sukses Makmur (ICBP), anak usaha perseroan yang menangani usaha mi instan dan bumbu makanan. Indofood telah menggabungkan 4 anak usaha lain dibawah Indofood CBP. Merger tersebut dilakukan melalui metode penyatuan kepentingan, sesuai standar akuntansi keuangan (SAK) dan ketentuan hukum yang berlaku. Nilai modal disetor Indofood CBP setelah merger mencapai Rp466,47 miliar. Sedangkan modal dasar perseroan senilai Rp750 miliar.

ADRO: Pendapatan Adaro Diprediksi Rp 23,56 Triliun pada 2009
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) diperkirakan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 23,56 triliun pada 2009 dengan asumsi harga jual rata-rata mencapai US$ 60 per ton. Sepanjang 2009, perseroan menjual sebanyak 41,4 juta ton batu bara, naik 0,8% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya yang sebesar 41,1 juta ton. Berdasarkan informasi perusahaan kepada BEI, volume produksi naik 5,5% dari 38,5 juta ton pada 2008 menjadi 40,6 juta ton pada tahun lalu.

TLKM: Optimis Laba Naik pada 2009
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) optimistis dapat mencatat pertumbuhan laba bersih pada 2009 menyusul keberhasilan operator itu membukukan kenaikan laba 4,3% hingga 30 September 2009. Dan untuk tahun ini, perseroan menargetkan belanja modal sebesar Rp 19 triliun hingga Rp 20 triliun.

JSMR: Laba Jasa Marga Dipatok Rp 900 Miliar
PT Jasa Marga Tbk memprediksi laba bersih 2010 sebesar Rp 900 miliar, naik dari target
awal yang sebesar Rp 750 miliar. Kenaikan tersebut diharapkan berasal dari lonjakan pendapatan. Sedangkan untuk belanja modal, perusahaan memperkirakan sebesar Rp 3 triliun, sama dengan tahun lalu, dan pendapatan sebesar Rp 4,2 triliun, naik dibandingkan Rp 3,6 triliun pada tahun lalu.

JSMR juga menargetkan, dapat membangun sedikitnya 20 kilometer (km) jalan tol pada tahun ini. Perinciannya, ruas tol Semarang-Ungaran sepanjang 14 km, Surabaya-Mojokerto sepanjang 4 km, dan Bogor Oto Ring Road sepanjang 4 km yang sudah dapat dioperasikan. Direktur Utama Jasa marga Frans S.Sunito mengatakan, saat ini, JSMR sedang menunggu pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah.

BMRI: Target Laba Mandiri Rp 6,9 Triliun
BMRI harus kerja cukup keras tahun 2010 ini. Pemegang saham terbesar BMRI, yakni Pemerintah Republik Indonesia membanderol target laba 2010 sebesar Rp 6,9 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo menytakan target laba sebesar itu dipatok mengingat tahun 2009 ini, Mandiri sudah berhasil mencetak laba di atas Rp 6 triliun terdorong ekspansi kredit.

BBNI: Dan BMRI Tambah Saham Publik
Kementrian BUMN menyiapkan opsi penawaran umum kedua (secondary offering) saham PT Bank Mandiri Tbk dan penerbitan saham baru (right issue) PT Bank BNI Tbk (BBNI). Langkah itu bertujuan untuk memperbanyak jumlah saham public dan memperoleh insentif pajak. Berdasarkan data BEI, total saham BMRI yang dikuasai pemodal public mencapai 32,6% dan sisanya sebanyak 66,4% dikuasai pemerintah. Adapun total saham public BNI baru sekitar 23,61% dan sisanya dikuasai pemerintah sebanyak 76,39%.

BBTN: Alokasikan Rp20 Triliun Untuk Industri Perumahan
BTN mengalokasikan dana kredit ke sektor perumahan dan industri pendukungya sebesar Rp20 triliun tahun ini. Dana itu diyakini akan terserap semua karena kecenderungan pergerakan sektor properti yang semakin membaik karena di dukung tren penurunan suku bunga kredit. Tahun ini BTN menargetkan memiliki pangsa pasar pembiayaan sektor perumahan sebesar 25% dan 97% untuk kredit bersubsidi.

MASA: Bidik Pendapatan Rp2 Triliun
PT Multistrada Arah Sarana (Tbk (MASA) menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp2 triliun atau tumbuh 30% dibandingkan perkiraan akhir 2009 sekitar Rp1,56 triliun. Target tersebut bakal ditopang oleh peningkatan produksi ban kendaraan, seiring pembelian mesin baru. Kapasitas produksi ban perseroan kini mencapai 5 juta unit per tahun. Namun dengan penambahan mesin baru, perseroan mampu meningkatkan produksi sebanyak 1,5 juta unit menjadi 6,5 juta unit.

TOTL: Incar Pertumbuhan Proyek Baru 11,76% Jadi Rp 1,9 Triliun
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menargetkan dapat membukukan kontrak baru senilai Rp 1,9 triliun, naik sekitar 11,76% dibandingkan pencapaian tahun lalu. Perusahaan optimistis dapat mencapai target tersebut seiring prediksi bahwa sektor konstruksi dan infrastruktur tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu.

MLPL Bidik Rp 753 Miliar dari Rights Issue
MLPL gelar rights issue meski proses reverse stock belum rampung.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil mengalahkan BCA dari sisi jumlah dana pihak ketiga (DPK). Sementara Bank Mandiri masih juara terbesar dari sisi DPK dan juga aset.Pada tahun 2008, BCA tercatat berada di posisi kedua dengan DPK sebesar Rp 209,535 triliun (11,95%). Pada tahun 2009, DPK BCA tercatat sebesar Rp 244,666 triliun (12,40%).Namun angka tersebut masih dikalahkan oleh BRI. Pada tahun 2008, DPK BRI tercatat sebesar Rp 201,093 triliun (11,47%) dan jumlahnya meningkat menjadi Rp 254,790 (12,91%).Sementara BTN juga berhasil masuk dalam 10 besar bank dengan DPK terbesar setelah menggeser Citibank NA. Secara total, DPK 10 bank umum terbesar nasional mencapai Rp 1.331,6 triliun (67,49%) pada tahun 2009. Angka itu berarti meningkat hampir 17% jika dibandingkan DPK 10 bank umum terbesar pada tahun 2008 yang mencapai Rp 1.140 triliun.
Berikut 10 bank umum dengan aset terbesar seperti dikutip detikFinance dari data Bank Indonesia, Rabu (10/2/2010):
1. Bank Mandiri: Rp 299,722 triliun (15,19%).
2. BRI: Rp 254,790 triliun (12,91%)
3. BCA: Rp 244,666 triliun (12,40%)
4. BNI: Rp 188,656 triliun (9,56%)
5. Bank CIMB Niaga: Rp 86,258 triliun (4,37%)
6. Bank Danamon Indonesia: Rp 67,782 triliun (3,44%).
7. Bank Panin: Rp 56,307 triliun (2,85%)
8. BII: Rp 47,515 triliun (2,41%)
9. Bank Permata: Rp 45,751 triliun (2,32%)
10. BTN: Rp 40,216 triliun (2,04%).
Dari sisi aset, 10 bank umum terbesar juga mengalami peningkatan hingga 15% selama tahun 2009. Jika pada tahun 2008 total aset 10 bank umum terbesar itu mencapai Rp 1.437,5 triliun, angkanya bertambah menjadi Rp 1.657 triliun pada tahun 2009.
Berikut 10 bank umum dengan aset terbesar:
1. Bank Mandiri Rp 373,239 triliun (14,81%)
2. BRI: Rp 318,447 triliun (12,57%)
3. BCA: Rp 283,182 triliun (11,17%)
4. BNI: Rp 226,911 triliun (8,95%)
5. Bank CIMB Niaga: Rp 106,889 triliun (4,22%)
6. Bank Danamon Indonesia: Rp 96,806 triliun (3,82%)
7. Bank Panin: Rp 76,270 triliun (3,01%)
8. BII: Rp 58,737 triliun (2,32%)
9. BTN: Rp 58,481 triliun (2,31%)
10. Bank Permata: Rp 56,213 triliun (2,22%).

Timah Anggarakan Capex Rp48,1 M Untuk Eksplorasi
PT Timah Tbk (TINS) menganggarkan biaya (capex) sebesar Rp48,1 miliar untuk eksplorasi.

PT Indofood SUkses Makmur Tbk (INDF) tengah mempersioapkan penawaran saham anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Mamur (ICBP) kepada publik melalui bursa.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) masih mampu menurunkan bunga kredit pada 2010 dengan berbagai upaya untuk mengefisienkan biaya dana (cost of fund).

Sumber: Bloomberg, Inilah.com, Kontan, investordaily, Detikfinance.com (Market Flash)

Tuesday, February 9, 2010

Spekulasi Data GDP Q4 RI Besok Dapat Batas Laju Penurunan IHSG

IHSG Outlook
Minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan meningkatnya sentimen negatif dari luar negeri dan aksi force sell yang terjadi kemarin, masih membebani kinerja IHSG di pekan ini, dimana IHSG telah terkoreksi 9,5% dari level tertinggi di bulan lalu (2.689), berkat kekhawatiran bank sentral China hingga India akan mengetatkan kebijakan moneter di kuartal kedua 2010 (PBOC diperkirakan menaikkan suku bunga 27bsp menjadi 5,53%), krisis keuangan sejumlah negara di Eropa (Yunani, Portugal, Spanyol) dapat memburuk kondisinya tanpa campur tangan dari Uni Eropa, sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pemulihan ekonomi AS tidak sekuat perkiraan pasar sebelumnya, diikuti isu rating kredit AAA milik AS dan Inggris jika kedua negara tersebut tidak mengurangi defisit anggaran. Sementara ketidakpastian mengenai tuntasnya kasus Bank Century yang dapat memukul kepercayaaan investor asing untuk investasi di dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi di bulan mendatang yang dapat mendorong kenaikan inflasi dan suku bunga (survei Bloomberg News menunjukkan peluang BI menaikkan suku bunga di bulan Juni), dapat membatasi potensi IHSG untuk technical rebound. Meski secara fundamental IHSG (PER IHSG 12,5x) yang lebih murah dari regional Asia, solidnya kinerja ekonomi & ekspektasi musim earning emiten lokal per Desember 2009 yang lebih baik, dapat memberikan support kepada IHSG.

Global Outlook
Kinerja indeks saham global masih terbebani oleh memburuknya kondisi keuangan sejumlah pemerintah di Eropa (Yunani, Portugal, Spanyol) setelah Uni Eropa gagal memberikan keyakinan kepada investor untuk menyelamatkan pendanaan sejumlah negara yang bermasalah tersebut di Eropa dan data tenaga kerja AS ikut mengecewakan investor global dari ekspektasi pemulihan ekonomi AS tidak sekuat perkiraan pasar sebelumnya, mendorong investor global memburu aset beresiko seperti dolar dan yen Jepang, sehingga menurunkan daya tarik untuk saham dan komoditas global. Faktor teknikal indeks saham MSCI World Index yang overbought dan menunjukkan fase koreksi 10%, ikut membebani trend jangka pendek. Penurunan harga komoditas, dipimpin harga minyak (inventory AS pekan lalu melonjak 2,3 juta barel) mendapatkan support di $ 70/barel (low 05/02), ikut menekan kinerja indeks saham global. UBS AG Swiss menyarankan investor untuk kepemilikan saham untuk pekan kedua. Meski potensi penurunan dapat dibatasi oleh diupgradenya saham Home Depot Inc, Amazon.com, Google Inc, dan musim earning emiten di AS per Desember 2009 yang lebih baik dari perkiraan pasar.
PT Universal Broker Indonesia Securities (TF)

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 09-02

Salah satu pemegang saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), yaitu Quest Corporation, disebut-sebut beberapa pelaku pasar berniat mengakumulasi DEWA di pasar guna meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 25% dari saat ini 12,61%. Aksi itu dilakukan setelah righti issue perseroan.

Harga saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) dikabarkan bakal diangkat menuju kisaran Rp150-200 dalam jangka pendek. Rencana anak usaha perseroan ekspansi di bidang pertambangan batubara akan menjadi momentum kenaikan harga TRUB. Selain itu, keberhasilan perseroan mendapat kontrak jasa konstruksi dari Chevron Pacific juga berdampak positif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah masih kompak melemah. Hadirnya emiten baru PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) belum mampu memberikan sentimen positif di pasar. Pada perdagangan Selasa (9/2/2010), IHSG dibuka langsung melorot 19,491 poin (0,79%) ke level 2.456,081. IHSG terus melemah dan pada 15 menit pertama perdagangan tercatat turun 25,090 poin (1,01%) ke level 2.450,482.Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level 9.425 per dolar AS, dibandingkan posisi akhir perdagangan kemarin di level 9.390 per dolar AS.Bursa-bursa regional sebagian mulai rebound dengan indeks Nikkei-225 masih melemah 44,17 poin (0,44%) ke level 9.907,65. Namun Hang Seng sudah menguat 72,29 poin (0,36%) ke level 19.621,18. Indeks Straits Times naik tipis 2,38 poin (0,09%) ke level 2.696.Bursa-bursa regional bergerak variatif setelah Wall Street kemarin juga dilanda aksi jual besar, yang menyebabkan indeks Dow Jones merosot di bawah level 10.000. Harga minyak berada di $ 71.58/barel, emas $ 1.064.50/troy ons.

Menakar Peluang WIKA di Unit Bisnis Baru
Pabrik pengolahan bijih besi dan aspal berpotensi mendongkrak kinerja Wijaya Karya

Memburuknya kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak akhir pekan lalu berlangsung seiring kian derasnya aliran dana asing keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Kemarin (8/2), investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,4 triliun. Ini posisi net sell tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Kinerja perusahaan milik negara (BUMN) sepanjang tahun lalu cukup beragam. Ada yang membukukan pertumbuhan pendapatan, tapi banyak pula yang harus menderita penurunan kinerja dibandingkan tahun 2008. Dua perusahaan pelat merah yang menderita penurunan kinerja adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS). Sedangkan pendapatan perusahaan tambang ini merosot 13,87% menjadi Rp 8,26 triliun. Sebenarnya, angka tersebut tak berbeda jauh dengan estimasi yang dilansir manajemen ANTM pada akhir bulan lalu. Mereka memprediksi, pendapatan 2009 akan turun 10% menjadi Rp 8,65 triliun.Nasib serupa menimpa TINS. Perusahaan ini meraup pendapatan Rp 7,61 triliun pada 2009 atau turun 15,91% dari tahun 2008. Sedangkan laba bersihnya anjlok 79,96%.Sebaliknya, kinerja PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) justru membaik. Pendapatan PTBA tahun lalu tumbuh 23,8% jadi Rp 8,94 triliun. Sedangkan pendapatan SMGR naik 17% menjadi Rp 14,29 triliun.

Total volume produksi PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 5,5% menjadi 40,6 juta ton pada 2009 dibandingkan 2008 di tengah melemahnya ekonomi global yang diikuti penurunan permintaan batubara semester pertama 2009.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui anak usahanya PT Indonesia Coal Resources saat ini tengah menjajaki investasi aset batubara di Kalimantan.

Permintaan IPO Benakat Berlebih Hingga 11,6 Kali
Alokasi saham untuk investor institusi mencapai 91,52% dari total saham yang dilepas Benakat.

EXCL Anggarkan Dana Rp 1 Triliun buat Bayar Utang
Ternyata EXCL masih memiliki beberapa utang lokal dan dalam mata uang asing.

Harga Final Akuisisi MLBI Naik 4,68%
Harga final akuisisi MLBI naik Rp 7.234 per saham.

Kinerja 2010 Bisa Naik 17%
DGIK mengantongi order book hingga Rp 3,3 triliun pada tahun lalu.

MEDC Garap Libya
Anak usaha Medco akan menggarap blok minyak dan gas 47 di Libya.

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus merangsek naik. Sampai pukul 12.30 WIB, kemarin, harga CPO pengiriman April 2010 di Bursa Derivatif Malaysia naik 1,4% ke level RM 2.555 per ton atau setara US$ 742 per ton. Ini merupakan harga tertinggi minyak sawit mentah sejak tiga pekan terakhir. Menanjaknya harga CPO tak lepas dari spekulasi melorotnya persediaan komoditas tersebut di Malaysia, yang merupakan produsen CPO terbesar kedua di dunia. Di sisi lain, permintaan ekspor di negara itu terus melonjak. "Katalis utama peningkatan harga CPO adalah data-data ekspor Malaysia," kata Ben Santoso, analis DBS Vickers Securities, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, dibuka naik Rp 10 ke level Rp 570. Perseroan merupakan tamu kedua BEI tahun 2010. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, Selasa (9/2/2010), saham PTPP langsung sebesar Rp 10 ke level Rp 570 per saham.

Economic: 2009, Ekonomi Tumbuh 4,4-4,5%
Ekonomi Indonesia selama 2009 diperkirakan tumbuh 4,4-4,5%, meski ekonomi global masih tergerus dampak krisis keuangan. Sektor konsumsi masyarakat tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2009. BPS dijadwalkan mengumumkan angka pertumbuhan PDB 2009, Rabu besok (10/2).

Economic: Penarikan Pinjaman Program Dinaikkan

Pemerintah meningkatkan target penarikan pinjaman luar negeri dari kategori pinjaman program menjadi US$3,7 M dibandingkan dengan sebelumnya US$2,4 M, untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan defisit APBN-P 2010. Data Perkembangan Utang Negara edisi Januari 2010 yang dikutip dari situs resmi Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menunjukkan rencana penarikan pinjaman program pada tahun ini naik dari US$2,44 M menjadi US$3,74 M.

Economic: 8 BUMN Raih Laba Rp33 T
Harga komoditas boleh bergejolak, imbas krisis finansial global masih menerpa, tetapi sebagian besar emiten milik pemerintah menunjukkan kinerja positif. Analis berpendapat ini adalah buah manis reformasi di tubuh BUMN, tetapi upaya efisiensi masih diperlukan. 8 Emiten BUMN diperkirakan membukukan laba bersih Rp33,24 T pada akhir 2009, atau naik sekitar 12,83% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp29,46 T.

Economic: Sukuk Global Lampaui US$650 Juta
Pemerintah berharap dapat menerbitkan obligasi syariah negara bedenominasi valas pada tahun ini melampaui nilai emisi sukuk global tahun lalu US$650 juta. Penerbitan sukuk global itu akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar Timur Tengah yang sempat terkena dampak kasus Dubai World. Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menyebutkan penerbitan sukuk global akan dilakukan pada akhir semester I atau awal paruh kedua tahun ini.

Energy: April, Pertamina Emisi Global Bond
PT Pertamina memastikan penerbitan obligasi global (global bond) senilai US$1-1,5 miliar pada April tahun ini. Pertamina juga menjajaki kemungkinan menerbitkan obligasi dalam denominasi rupiah. Dana hasil emisiobligasi global Pertamina bakal digunakan untuk investasi.

PTBA: Pendapatan Tumbuh 23,8% pada 2009
Pada 2009, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja yang positif, yakni dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 8,94 triliun, atau tumbuh 23,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

SMGR: Pendapatan Naik 17% pada 2009
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan pada 2009, yaitu sebesar 17% menjadi Rp 14,29 triliun.

GZCO: Laba Bersih Naik 270,77% pada 2009
Selama 2009, PT Gozco Platations Tbk (GZCO) membukukan laba bersih sebesar Rp 203 miliar, atau naik 270,77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 54,75 miliar. Lonjakan tersebut salah satunya dikontribusikan oleh PT Palmia Sejahtera yang diakuisisi tahun lalu, yakni menyumbangkan hingga Rp 50 miliar terhadap laba bersih.

ANTM: Laba Bersih Anjlok 72,8% pada 2009
Pada 2009, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih sebesar Rp 371 miliar. Jumlah tersebut anjlok 72,8% dibandingkan pencapaian pada 2008.

SULI: Merugi Rp145 Miliar
PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) mencetak rugi bersih senilai Rp145,63 miliar hingga 3Q09 dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba bersih Rp888,53 juta. Pada 3Q09, beban pokok pendapatan pendapatan perseroan telah melebihi pendapatan usahanya, yakni senilai Rp549,28 miliar. Kondisi itu membuat perseroan membukukan rugi kotor Rp120,5 miliar.

MEDC: Gandeng Libyan Invesment
Anak usaha PT Medco Energy International Tbk (MEDC), Medco International Ventures Limited telah menyepakati pembentukan joint venture company (JVC) dengan Libyan Investmnet Authority. Usaha patungan tersebut dibentuk bersama lembaga investasi Pemerintah Libya.

ADRO: Tunjuk Tripatra bangun sistem angkutan
ADRO telah menunjuk anak usaha PT Indika Energy Tbk, PT Tripatra Engineers & Constructors, sebagai kontraktor teknik, pengadaan, dan konstruksi proyek sistem transportasi Tutupan ke Kelanis (overland conveyor/OLC). OLC akan menyediakan alternatif transportasi dan diharapkan bisa menekan biaya operasional US$2-US$3 per ton bila dibandingkan dengan menggunakan transportasi truk.

ELTY: Proyek Bakrie Tower Sumbang Omzet
ELTY menargetkan kontribusi pendapatan sewa dari gedung perkantoran Bakrie Tower yang terletak di kawasan Rasuna Epicentrum mencapai 45 miliar rupiah di 2010. Perusahaan properti itu menargetkan proyek superblok tersebut bisa memberi kontribusi pendapatan rutin bagi perseroan.

IPO: Asing Serap 75% IPO Saham Benakat Petroleum
Investor asing menyerap sekitar 75% IPO saham PT Benakat Petroluem Energy Tbk. Sedangkan permintaan saham dari pemodal institusi mencapai 91,52% dari total saham yang ditawarkan. Perseroan akan melepas sebanyak 11,5 miliar saham dengan harga Rp140 per unit. Secara bersamaan, pihaknya menerbitkan sebanyak 6,5 miliar unit waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma.

IPO: November, Krakatau Steel Masuk Bursa
PT Krakatau Steel (KS) menargetkan paling lambat November dapat melepas 30% sahamnya ke pasar melalui IPO. BUMN produsen baja itu menargetkan Oktober sebagai tenggat IPO yang telah direncanakan sejak 2 tahun lalu. Adapun 3 sekuritas yang berpeluang besar menangani IPO KS adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Sumber: Detikfinance.com (Market flash), inilah.com, investordaily, kontan

Update Daily Investment News

Daily Forex Technicals | Written by FXtechtrade
EUR/USD

Today's support: - 1.3618 and 1.3568(main), where correction is possible. Break would give 1.3547, where correction also may be. Then follows 1.3524. Break of the latter would result in 1.3486. If a strong impulse, we would see 1.3465. Continuation will give 1.3437 and 1.3410. Today's resistance: - 1.3687 and 1.3732(main). Break would give 1.3750, where a correction is possible. Then goes 1.3778. Break of the latter would result in 1.3805. If a strong impulse, we'd see 1.3837. Continuation will give 1.3863.
USD/JPY
Today's support: - 89.10 and 88.54(main). Break would bring 88.22, where correction is possible. Then 87.94, where a correction may also happen. Break of the latter will give 87.60. If a strong impulse, we would see 87.36. Continuation would give 87.18. Today's resistance: - 89.61 and 90.00(main), where a correction may happen. Break would bring 90.36, where also a correction may be. Then 90.68. If a strong impulse, we would see 91.18. Continuation will give 91.34.
DOW JONES INDEX
Today's support: - 9940.36, 9900.00, 9854.30 and 9821.30(main), where a delay and correction may happen. Break of the latter will give 9796.12, where correction also can be. Then follows 9770.63. Be there a strong impulse, we would see 9745.14. Continuation will bring 9717.28.Today's resistance: - 10035.12(main), where a delay and correction may happen. Break would bring 10042.62, where a correction may happen. Then follows 10057.55, where a delay and correction could also be. Be there a strong impulse, we'd see 10094.26. Continuation would bring 10127.80

Indonesia’s Economy Probably Expanded at Fastest Pace in a Year

(Bloomberg) -- Indonesia’s economy probably expanded at the fastest pace in a year in the fourth quarter as lower interest rates and government stimulus spurred consumer spending. Southeast Asia’s largest economy grew 5 percent in the three months to Dec. 31 from a year earlier, compared with 4.2 percent in the previous quarter, according to the median forecast of 18 economists in a Bloomberg News survey. The statistics bureau is due to release the data at about 10 a.m. tomorrow in Jakarta.

http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6833542981102286398&postID=2996518916205999369

Euro to Fall on ‘Dead Cross’ Against Dollar: Technical Analysis
(Bloomberg) -- The euro may fall toward a 15-month low against the dollar after forming a so-called dead cross, said Tsutomu Soma, a bond and currency dealer at Okasan Securities Co. Ltd. in Tokyo. The European currency’s 50-day moving average, currently at $1.4324, dropped below its 200-day moving average of $1.4351 today, creating a dead-cross pattern. The euro slid 11.9 percent in less than two months after the last such cross occurred, dropping from $1.3998 on Sept. 10, 2008, to $1.2330 on Oct. 28, 2008.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aZsI0s5W5Nao

China Stocks to Slump on ‘Cup and Handle’: Technical Analysis
(Bloomberg) -- China’s Shanghai Composite Index may fall to as low as 2,650 after a bullish “cup and handle” trend continuation pattern failed, according to Daryl Guppy, founder of Guppytraders.com Pty Ltd.“In the last week, the Shanghai index has moved below the 3,000 level and signals a higher probability the cup and handle pattern has failed,” Guppy said in a phone interview from Sydney. “There is a higher probability that the index will continue to move towards its longer-term historical support level of 2,650 to 2,700.”

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=alKqnbNVC2jk

Crude Oil to Rise to $75, Then Revisit Lows: Technical Analysis
(Bloomberg) -- Crude oil is poised to rise to $75 a barrel, recouping a week’s losses, before the market revisits chart support around $70, said National Australia Bank Ltd. Oil, which has slumped 14 percent in the past four weeks, will gain strength from “a bit of psychology” because the market has fallen too far and too fast for traders who make short-term bets, according to Gordon Manning, a Sydney-based technical analyst at Australia’s third-largest bank. While a rally is possible in the coming week, prices are probably set to decline further, he said.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aQtay99662pQ

ECB May Be Forced to Delay Exit Amid Greece Concern
(Bloomberg) -- The European Central Bank may be forced to delay the withdrawal of emergency lending measures because it could inflame financial-market concerns about Greece, Spain and Portugal, economists said. Investors are already dumping those countries’ assets as their governments struggle to rein in budget deficits, making it more expensive for them to finance the debt. Should the ECB push ahead with its exit strategy by pulling its unlimited cash support for euro-area banks, interest rates could rise, further undermining confidence in Europe’s economic recovery.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=acJH9FKtnE0M

US Economy Still at Risk of a Double Dip: Economist
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
The economy is still at a risk of a double dip, said Peter Dixon, senior economist at Commerzbank Securities. However, he told investors that the U.S. is in no danger of losing its AAA debt rating.

http://www.cnbc.com/id/35297298

Earnings/Stocks Gap a 'Warning Sign'—Be Cautious: Strategist
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
The recent pullback has investors wondering if this is a buying opportunity or a sign of worse to come for the markets. James Shelton, chief investment officer of Kanaly Trust, and David Katz, chief investment officer of Matrix Asset Advisors, shared their views.

http://www.cnbc.com/id/35296016

Correction is Healthy — and a Buying Opportunity: Strategist
By: JeeYeon Park CNBC News Associate
Markets opened lower and barely edged upward on Monday, as worries about Europe's debt woes concerned investors. Where are the best places to put your money now? Greg Merlino, president and founder of Ameriway Financial Services, and Ethan Anderson, portfolio manager at Rehmann Financial, shared their market strategies.

http://www.cnbc.com/id/35295647

Beginning Of A Bear?
y: Lee Brodie Producer
On Monday, the Dow [.DJIA Loading... () ] closed below the psychologically important 10,000 level for the first time since November as investors sold bank shares [XLK Loading... () ] due to ever growing concerns about the financial troubles in Europe.

http://www.cnbc.com/id/35297662

Oil, Copper, Sugar Are Top Commodity Picks, Morgan Stanley Says
(Bloomberg) -- Copper, crude oil and sugar are the top picks among commodities, with the three set to gain on increasing emerging-market demand and supply constraints as the global economy recovers, according to Morgan Stanley. Oil is “by far is our biggest bet among commodities,” Hussein Allidina, head of commodity research, said in an interview. “Copper remains the best pick among base metals as it has all the factors supporting oil.”

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a0rAabtRbBdI

Indonesian Stocks Drop to Seven-Week Low, Led by Bumi, Telkom
(Bloomberg) -- Indonesia’s benchmark stock index dropped to a seven-week low after declines in commodity prices prompted a selloff in Asia’s second-best performing market last year. PT Bumi Resources, Asia’s largest exporter of power-station coal, dropped 2 percent after prices for the fuel slumped. PT Telekomunikasi Indonesia fell 2.8 percent after the government gave a lower-than-expected 2009 earnings forecast for the state- owned telephone company. PT Sumalindo Lestari Jaya plunged 24 percent, sliding for a second day after the company said it plans to sell new shares in a rights offer.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aH.nhxrYWuWs

Weak Dollar Illusory as Correlated Trade Shows Gains
(Bloomberg) -- For all the concern over the $1.6 trillion U.S. budget deficit and record debt load, the dollar is as valuable now as 35 years ago. Measured against a basket of currencies from the Group of 10 nations proportioned by how they trade against each other, the greenback is up about 3 percent since 1975, according to Bloomberg Correlation-Weighted Currency Indexes. That was four years after the Bretton Woods agreement, set up in 1944 to link currencies to the price of gold, collapsed. The U.K. pound has dropped 34 percent and the Canadian dollar has fallen 6 percent.

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aVbhDaStbA1Q

Monday, February 8, 2010

Laporan Fundamental & Rumor Saham Indonesia 08-02

Harga saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dikabarkan bakal diangkat menuju level Rp225-230 dalam jangka pendek. Keberhasilan perseroan mendapat proyek pasokan gas dari PLN akan menjadi momentum kenaikan harga ENRG. Selain itu, bertambahnya kepemilikan PT Bakrie&Brothers Tbk (BNBR) setelah rights issue dan akuisisi blok Masela turut menopang penguatan harga saham ENRG.Sementara itu, pada penutupan perdagangan bursa kemarin, harga saham ENRG ditutup turun Rp4 ke Rp172.

PT Dayaindo Resources Tbk (KARK) dikabarkan segera mengakuisisi produsen batubara di Kalimantan. Kabar di pasar menyebutkan, perseroan sudah mendapatkan pembeli siaga dari Jepang dan India yang tertarik akuisisi tambang di tanah air. Harga KARK berpeluang menuju Rp140-150. Pada penutupan perdagangan bursa kemarin harga saha mKARK ditutup turun Rp3 ke Rp101.

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan ini dengan penuh kelesuan. IHSG bahkan sudah berada di bawah level 2.500. Pada perdagangan Senin (8/2/2010), IHSG dibuka langsung melemah 1,555 poin (0,06%) ke level 2.517,421. IHSG terus melorot dan dalam 10 menit perdagangan sudah dibawah level 2.500 setelah mencatat penurunan 20,264 poin (0,80%) ke level 2.497,303.Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level 9.410 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.335 per dolar AS. Kemerosotan IHSG terjadi bersamaan dengan bursa-bursa regional yang sedang terpuruk. Indeks Nikkei-225 bahkan sempat tersungkur di bawah level 10.000. Pada penutupan sesi I perdagangan Senin ini, indeks Nikkei-225 tercatat melemah 49,11 poin (0,49%) ke level 10.007,98. Indeks Hang Seng membuka perdagangan dengan penurunan 73,78 poin (0,38%) ke level 19.591,3.

PT Bursa Efek Indonesia akan melakukan audit atas 62 dari 118 perusahaan efek hari ini oleh tim audit BEI pada 8 Februari hingga April 2009 yang menggunakan fasilitas transaksi marjin.

Selama pekan lalu, harga batubara longsor hebat terseret penurunan harga minyak mentah dunia. Berdasarkan indeks harga spot batubara mingguan GlobalCoal di Newcastle, Jumat (5/2) lalu, harga batubara anjlok 6,8% menuju US$ 91,83 per ton. Harga minyaks empat sentuh $ 70.60/barel sebelumnya akhirnya rebound di $ 71.65 hari ini, emas $ 1.066/troy ons.

Economic: Asumsi Makro APBN 2010 Siap Dirombak
Pemerintah memastikan merombak seluruh asumsi makro dan postur anggaran dalam APBN 2010 karena mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan menuturkan asumsi APBN 2010 akan seluruhnya dirombak, a.l. harga minyak, nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi. Adapun untuk pertumbuhan ekonomi, dia tidak memerinci revisi targetnya.

Economic: Target Ekspor Tahun Ini Naik 7% Sampai 8%
Pemerintah menaikan ekspor nonminyak dan gas bumi tahun 2010 ini naik 7-8% ketimbang tahun lalu yang mencapai sebesar US$97,47 miliar. Sedangkan target nilai ekspor nonmigas di 2014 melejit sampai 14,5-16,5% dibandingkan tahun 2008.

Economic: Nilai Aset Negara Bertambah menjadi Rp531 T
Tambahan kekayaan negara yang belum tercatat senilai total Rp267 triliun. Angka tersebut merupakan hasil inventarisasi dan penilaian ulang selama Januari 2010 saja.

Economic: Pemerintah Bayar Utang Luar Negeri Rp 80 Triliun di 2010
Pemerintah akan membayar utang luar negeri hingga US$ 8,270 miliar atau sekitar Rp 80 triliun pada tahun 2010. Angka itu terdiri dari pokok utang sebesar US$ 5,754 miliar dan bunga US$ 2,517 miliar. Untuk tahun 2011, pemerintah akan membayar utang luar negeri US$ 7,474 miliar yang terdiri dari pokok utang US$ 5,127 miliar dan bunga utang US$ 2,347 miliar. Berdasarkan data dari Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu, pemerintah tercatat memiliki utang sebesar US$ 169,13 miliar atau setara dengan Rp 1.589,78 triliun. Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 64,93 miliar dan surat berharga US$ 104,2 miliar.

Economic: Emisi Bond Korporasi Melonjak
Sejak awal 2010, penerbitan obligasi rupiah dan dolar AS dari korporasi Indonesia mencapai Rp 11,54 triliun, atau naik 424,58% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,2 triliun. Lonjakan tersebut berasal dari korporasi yang bergerak di sektor usaha minyak, gas, dan energi seperti PT Star Energy yang baru menyelesaikan book building obligasi US$ 350 juta dengan menarik permintaan US$ 1,1 miliar dari investor global dengan 11,5%.

Economic: BEI Segera Luncurkan Covered Warrants
BEI berencana meluncurkan covered warrants pada 1H10. Instrumen investasi itu bakal dirilis bersama 2 produk derivatif lainnya, Exchange Traded Fund (ETF) dan Kontrak Opsi Saham (KOS). Otoritas bursa memutuskan untuk meluncurkan produk-produk derivatif tersebut seiring pulihnya kembali pasar modal.

Economic: Bapepam Cabut Izin Usaha Manajer Investasi pada 2 Perusahaan Efek
Bapepam LK mencabut izin usaha manajer investasi pada 2 perusahaan efek yaitu PT Danpac Asset Management d/h. PT Danpac Investama dan PT Brahma Capital.

CPRO: Petambak Plasma Desak CP Prima Lepas Dipasena
Para petambak plasma mendesak manajemen CPRO segera menjual aset Bumi Pertambakan Dipasena yang dikelola oleh PT Aruna Wijaya Sejati. Petambak menilai tidak mungkin melakukan revitalisasi tambak tanpa adanya investor baru. Ketua Umum Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW), Nafian Faiz menyatakan sejak dialihkannya kepemilikan Aruna Wijaya kepada CPRO tahun 2007, situasi perusahaan menjadi kacau. Salah satunya persoalannya adalah CP Prima gagal melakukan revitalisasi tambak udang tersebut.

BTPN: Kredit Tumbuh 50%
Pertumbuhan kredit PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) diperkirakan mencapai 50% pada tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sepuluh kali lebih besar dibanding pertumbuhan kredit industri perbankan nasional berkat keberhasilan manajemen membidik segmen kredit mikro. Saat ini aset BTPN telah mencapai Rp22 triliun. Mayoritas kredit sebanyak 85% diberikan untuk pensiunan dan 15% ditujukan untuk nasabak UMKM.

SGRO: Kapasitas Produksi Akan Naik 15%
Tambahan kekayaan negara yang belum tercatat senilai total Rp267 triliun. Angka tersebut merupakan hasil inventarisasi dan penilaian ulang selama Januari 2010 saja.

EXCL: XL Siap Lunasi Utang Rp1,1 Triliun
PT XL Axiata Tbk (EXCL) tahun ini akan melunasi seluruh utang jatuh tempo senilai Rp1,1 triliun. Angka itu lebih rendah dibandingkan total utang yang dilunasi pada 2009 sebesar Rp5,2 triliun. Perseroan mencatatkan total utang akhir tahun lalu sebesar Rp13,5 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp18,7 triliun. Utang jatuh tempo yang bakal dilunasi tahun ini diantaranya utang kepada PT Bank Mizuho Indonesia senilai US$50 juta.

DGIK: Incar Pendapatan Rp1,52 Triliun
PT Duta Graha Indonesia Tbk (DGIK) menargetkan kenaikan pendapatan sepanjang 2010 sekitar 12-17% dibandingkan realisasi tahun lalu. Pendapatan diperkirakan berkisar Rp1,45-1,52 triliun. Optimistis pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan anggaran pemerintah untuk proyek infrastrukur sekitar Rp9,7 triliun.

BBRI: Selesaikan Satu Uji Tuntas Akuisisi Bank
BRI telah menuntaskan uji tuntas (due diligence) terhadap satu bank nasional yang akan diakuisisi pada 1H10, sedangkan satu bank lainnya masih dalam tahap negosiasi. Namun, Direktur BRI Sofyan Basir mengatakan belum dapat menyebutkan nama bank yang akan diakuisisi, karena belum mendapat persetujuan dari pemegang saham bank terkait.

GZCO: Targetkan kenaikan pendapatan
GZCO menargetkan bisa mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar Rp500 miliar pada 2010, menyusul bertambahnya lahan yang memberikan hasil produksi CPO. Laba bersih tersebut naik jika dibandingkan dengan perolehan selama 2009 sebesar Rp407 miliar.

ELTY: Targetkan Rp 200 Miliar dari Jalan Tol
PT Bakrieland Development tbk memproyeksikan dapat memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar pada tahun ini, menyusul pengoperasian jalan tol ruas Kanci-Pejagan.

DOID: Alokasikan capex US$150 juta
DOID mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$150 juta atau sekitar Rp1,42 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk perawatan serta pembelian peralatan yang baru. Untuk memenuhi kebutuhan itu, perseroan akan mengambil dari sumber dana internal maupun eksternal.

BCIP: Belanjakan Dana IPO Saham Rp39,3 M
BCIP telah menggunakan dana hasil IPO senilai Rp39,3 miliar. Penggunaan dana untuk ekspansi usaha perseroan. BCIP meraup dana hasil IPO sebesar Rp55 miliar. sedangkan sisa dana hasil IPO saham mencapai Rp15,7 miliar belum direalisasikan pemanfaatannya.

BKSL: Batas Kuorum RUPSLB Turun Jadi 53%
Bapepam LK akhirnya menurunkan batas kuorum RUPSLB BKSL menjadi 53% dari ketentuan 75%. Penurunan itu dilakukan karena BKSL gagal mendapat persetujuan terkait rencana pernerbitan saham baru dan akuisisi PT Bukit Jonggol Asri, karena dua kali RUPSLB tidak kuorum.

IPO: Pemodal Domestik Mayoritas Serap IPO Saham PP
PT PP (Persero) Tbk mengalokasikan sebagian besar IPO saham perseroan kepada pemodal domestik. Jumlah pesanan saham yang masuk mencapai 1,7 kali dari total saham yang ditawarkan sebanyak 1,039 miliar unit dengan harga Rp560 per saham. PP mengincar kenaikan pendapatan sepanjang 2010menjadi Rp6,8 triliun, dibandingkan estimasi 2009 senilai Rp4,28 triliun.

Asia Pacifik Breweries & Heineken Teken SPA
Asia Pacifik Breweries Limited (APBL) telah menandatangani Share Purchace Agreement (SPA) dengan Heineken International BV terkiat akuisisi saham Multi Bintang.

BEI Segera Luncurkan Covered Warrants
Bursa Efek Indonesia (BEI) segera meluncurkan covered warrants pada semester II-2010. Instrumen investasi itu bakal dirilis bersama dua produk derivatif lainnya, Exchange Traded Fund (ETF) dan Kontrak Opsi Saham (KOS).

INCAR KENAIKAN PENJUALAN 20%, Mitra Adiperkasa Siapkan Capex Rp 250 M
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 250 miliar untuk tahun ini. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pembukaan sejumlah gerai baru.

XL Siap Lunasi Utang Rp 1,1 T
PT XL Axiata Tbk (EXCL) segera melunasi utang sepanjang 2010 minimal Rp 1,1 triliun. Nilai ini lebih rendah dibandingkan total utang yang dilunasi sepanjang 2009 mencapai Rp 5,2 triliun.

Duta Graha Incar Pendapatan Rp 1,52 Triliun
PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) menargetkan kenaikan pendapatan sepanjang 2010 sekitar 12-17% dibandingkan realisasi tahun lalu. Pendapatan diperkirakan berkisar Rp 1,45-1,52 triliun.

Pemerintah akan membayar utang luar negeri hingga US$ 8,270 miliar atau sekitar Rp 80 triliun pada tahun 2010. Angka itu terdiri dari pokok utang sebesar US$ 5,754 miliar dan bunga US$ 2,517 miliar.

PT SMART Tbk bakal melakukan revitalisasi menuju produksi kelapa sawit yang ramah lingkungan dengan berbagai cara yang berlaku pada 1 Juli 2010 mendatang.

Kalbe Bidik Akuisisi Sekitar 4 Perusahaan Farmasi Lokal
Dana sebesar Rp 1,2 triliun sudah disiapkan untuk ekspansi itu.

DEWA Gandeng BUMA Garap Tambang KPC
Kinerja Darma Henwa tahun lalu turun karena rendahnya kontribusi subkontraktor.

Bapepam-LK: Banyak Duit KPD Optima Raib di Kustodian
Kasus ini sama seperti kasus Herman Ramli yang melarikan duit nasabah.

Kuota Naik, Sukuk Ritel Tetap Laris
Nilai penerbitan SR-002 bisa mencapai Rp 6 triliun.

Bulan Depan, Pabrik Baru SGRO Mulai Beroperasi
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 60 ton per jam.

Usai Ditinggal Tunas Finance,TURI Andalkan Divisi Otomotif
Tahun ini, TURI berniat menambah tiga outlet mobil dan tiga outlet sepeda motor merek Honda.

BEI Audit Transaksi Margin
BEI akan menilai fasilitas margin yang diberikan perusahaan sekuritas kepada nasabah.

PT Star Energy mengakui, adanya kelebihan permintaan obligasi dari investor hingga US$1 miliar dari rencana penerbitan hanya US$350 juta. Kupon bunga yang ditetapkan pun mencapai 11,5%.

ING Securities melaporkan, sebanyak 70% dari investor berharap tingkat imbal investasi akan meningkat pada triwulan 1 2010. Hal ini mengikuti adanya pendangan umum di kalangan investor terhadap kemungkinan tingkat imbal investasi yang stabil pada triwulan sebelumnya, dimana 44% dari investor mengatakan bahwa tingkat imbal investasinya telah meningkat dengan 40% pada triwulan III 2009.

Sumber: Inilah.com, detikfinance,com (market flash), kontan.co.id, investordaily.

Kalender Ekonomi & Event


Live Economic Calendar Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal